Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Keunikan Shalat Tarawih Bulan Ramadhan

Keunikan Shalat Tarawih
Keunikan Shalat Tarawih Bulan Ramadhan

Di bulan suci Ramadhan, umat Islam berlomba-lomba mengerjakan amal ibadah sebanyak-banyaknya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sangat banyak contoh amal ibadah, salah satunya adalah shalat tarawih.
 
Banyak umat Islam mengerjakan shalat tarawih sebab pahala amalan ibadah tahunan tersebut sangat besar bahkan dilipatgandakan. Hal itu berlaku jika mengerjakan amal ibadah lainnya seperti tadarus, sedekah, I’tikaf,  menghadiri majlis ilmu, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, banyak umat Muslim berlomba-lomba menggapai pahala sebaik dan sebanyak khususnya di bulan Ramadan.

Khusus di bulan Ramadhan, mayoritas pelaksanaan shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat fardhu Isya’. Untuk Jumlah rakaatnya pun beda-beda di setiap wilayah. Ada yang identik dengan 8 rakaat dan 3 witir namun sebagian di lingkungan Saya, shalat tarawih dilaksanakan sebanyak 20 rakaat dan 3 witir.

Pelaksanaan kegiatan ibadah shalat tarawih cukup variatif. Di desa biasa melaksanakan di langgar, di desa melaksanakan di mushalla, namun yang lebih umum adalah di Masjid yang notabene bisa menampung jumlah jamaah yang lebih besar. 

Jumlah rakaat yang terbilang cukup banyak tersebut butuh kesungguhan dalam mengerjakan ibadah shalat tarawih. Bagi sebagian akan terasa berat jika hatinya tidak melapangkan diri untuk menyempatkan diri fokus beribadah demi menggapai ridha Allah SWT. 

Selanjutnya, tahukah Anda bahwa amalan ibadah shalat tarawih memiliki keunikan di masing-masing daerah. Waktu pengerjaan shalat tarawih cukup variatif, ada yang lama dan ada yang cepat. Sumber lansirannya adalah sebagai berikut,
 
Melansir dari laman suara.com pada hari Kamis tanggal 15 April 2022, terdapat sebuah pondok bernama Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, berlokasi di Magetan, Jawa Timur melaksanakan shalat tarawih selama 8 jam dengan rincian 1 rakaat 1 juz. Meski lama, jamaah yang mayoritas dari kalangan santri melaksanakan shalat tarawih dengan penuh khidmat.  

Lebih lanjut, keunikan shalat tarawih lainnya di bulan Ramadhan adalah pelaksanaannya yang singkat seperti yang dilansir dari laman jpnn dimana menyebutkan terdapat shalat tarawih hanya membutuhkan sekitar waktu 10 menit untuk menyelesaikan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat.  

Berdasarkan pengalaman, shalat tarawih paling lama menurut saya pribadi adalah shalat tarawih di Masjid Ampel Surabaya. Bisa jadi ada yang lebih lama dari itu. Dimana shalat Tarawih paling lama di kota Surabaya? Anda yang punya jawabannya bisa menjawabnya di kolom komentar.     

Itulah sedikit cerita tentang keunikan shalat tarawih. Apa pun itu, semoga keberagaman ini tetap menjadi nilai ibadah. Semoga semua amalan baik, khususnya di bulan Ramadhan mendapatkan ridha Allah SWT dan mendatangkan pahala besar, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Prioritas Mana, Ilmu atau Sikap?

ilmu atau sikap
Prioritas Mana, Ilmu atau Sikap? Temukan Jawabannya Berikut ini.

Memiliki ilmu atau pun wawasan banyak merupakan salah satu capaian ketika seseorang mencari ilmu sesuai caranya. Bersikap baik kepada sesama, terutama kepada yang lebih tua juga menjadi acuan bahwa seseorang telah mendapatkan pendidikan karakter yang baik. Lalu, prioritas yang mana diantara keduanya?

Ilmu dan sikap baik merupakan kompetensi diri yang seharusnya tercapai, dalam arti keduanya sama-sama tercapai. Namun, bagaimana jika datang antara keduanya lebih dulu sikap? Sikap, perilaku, maupun adab yang sering lebih diprioritaskan lebih dulu dari pada ilmu.

Seperti  yang dilansir pada laman alazharasysyarifsumut.sch.id, Kamis (13/6), menjelaskan salah seorang alim yaitu Yusuf bin Al Husain mengatakan, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu”.

Selain itu bahkan ada kata bijak, “Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu”. Hal itu tersirat bahwa tidak akan berarti banyak jika berilmu tanpa sikap yang baik.

Perintah untuk bersikap baik ada di dalam al qur’an dan hadist. Dalam hadist Shahih Bukhari, terdapat hadist yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diutus kepada ummatnya tidak hanya sekedar membawa ajaran agama saja, melainkan adalah untuk menyempurnakan akhlaq.
  
Di era pendidikan jaman sekarang, ilmu pengetahuan tidaklah nomer satu untuk dicapai masing-masing siswa. Pendidikan karakter menjadi salah satu cara agar karakter yang ada pada diri peserta didik terus diberdayakan dan pada akhirnya menjadi individu yang bermanfaat bagi diri masing-masing dan orang lain. 

Maka tidak heran, di berbagai negara di dunia, anak-anak yang masih usia dini, baik di lingkungan masyarakat maupun sekolah, mereka dididik agar bersikap baik, menghormati, dan sopan terhadap sesama termasuk peduli dan menyayangi lingkungan.

Merujuk pada pertanyaan, “Prioritas mana, ilmu atau sikap yang didahulukan?” Penulis ingin memberikan jawaban bahwa sikap atau adab adalah yang didahulukan. Sebab, di atas ilmu itu adalah adab atau pun perilaku yang baik-baik.

Dalam satu kasus, guru adalah tetaplah guru. Meski yang notabene yang sekarang jauh lebih alim berwawasan luas, maka tetaplah seorang murid harus menghormati gurunya. Seburuk orang tua, misalnya, maka seorang anak harus tetap menghormati.

Perbuatan Paling Ngeri di Dunia

Perbuatan Ngeri di Dunia
Salah Satu Perbuatan Paling Ngeri di Dunia adalah Syirik


Dalam kehidupan yang sedang kita jalani di dunia ini, banyak sekali perbuatan-perbuatan baik yang Allah sukai namun juga ada perbuatan yang tidak sukai seperti perbuatan syirik. Perbuatan yang satu ini merupakan salah satu perbuatan yang paling ngeri di dunia ini oleh karena konskwensinya.

Secara definisi, syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu lainnya. Menganggap sesuatu lainnya memiliki kekuatan atau kekuasaan. Sementara itu, orang yang berbuat syirik disebut dengan musyrik. Perbutan syirik harus dihindari karena merupakan perbuatan dosa besar dan merugikan, baik di dunia maupun akhirat.

Perbuatan Syirik merupakan perbuatan paling ngeri karena bisa menghilangkan atau pun menghancurkan seluruh amal ibadah yang kita kerjakan bahkan yang paling ngeri lagi adalah di akhirat bisa masuk neraka.

Untuk menghindari perbutan syirik, mari saling intropeksi dan sebisa mungkin menghindarinya seperti contoh mempercayai akan kemampuan benda jimat untuk menarik rejeki, peruntungan, dan keselamatan, dan sebagainya.

Dalam pembagiannya, syirik terbagi menjadi dua, yaitu Syirik Akbar dan syirik Asghar. Syirik Akbar dilakukan dengan tindakan secara jelas dan nyata seperti menyembah selain Allah, meyakini bahwa tuhan lebih dari satu, termasuk mempercayai jimat.

Sementara itu, untuk Syirik Asghar dilakukan secara tersirat seperti ada seorang kakek-kakek tua telah lama sakit dan belum mendapatkan kesembuhan meski berobat kemana-mana. Pada suatu ketika kakek tersebut berobat ke seorang dokter baru, kemudian tetangganya mendapatkan kesembuhan.

Mula-mula, jika sembuhnya kakek tersebut diyakini oleh karena dokter baru tersebut, maka itu termasuk syirik dan dosa besar. Maka untuk supaya tidak salah persepsi, maka yang menyembuhkan kakek tersebut adalah Allah SWT melalui dokter muda tersebut.

Bahaya syirik, selain menghapus amal ibadah, perbuatan tersebut termasuk kategori kedzaliman dan dosa yang paling besar. Untuk itu, sikap peduli untuk hal ini perlu diperhatikan karena berpengarah terhadap aqidah dan tauhid.

Ada pun cara untuk menghindari perbuatan syirik diantaranya adalah ma’rifah atau mengenal Allah. Meyakini sifat wajib dan mustahi Allah. Selain itu juga melaksanakan semua perintah-perintahNya dan juga semua larangan-larangannya seperti dzikir dan shalat. Semoga sampai di akhir hayat kita, terhindar dari perbuatan syirik. Na’udzu billahi min dzalik.

Masjid Tan'im Tempat Miqat Terdekat Mekkah

Masjid Tan'im
Masjid Tan'im Tempat Miqat Terdekat Mekkah(23/01/23)

Miqat merupakan salah satu rukun, khususnya dalam melaksanakan ibadah umrah. Seperti yang diketahui, tempat atau pun lokasi miqat telah ditentukan dan harus berada di berada di luar kota Makkah.

Masjid Tan’im menjadi alternatif tempat miqat terdekat dari kota Mekkah. Jarak dari Masjidil Haram ke masjid Tan’im berjarak sekitar 7 kilo meter. Para jamaah biasa mengambil miqat di masjid Tan'im tersebut atau orang biasa menyebutnya masjid Aisyah.

Melansir dari laman nu.or.id pada Rabu (15/2), diceritakan asal muasal masjid Tan’im juga disebut sebagai masjid Aisyah. Mengacu pada sebuah hadist, diceritakan saat Rasulullah mengerjakan haji Wada’, Aisyah, istri Rasulullah mengalami haid. Setelah bersih dari hal itu, Rasulullah kemudian meminta Abdurrahman, saudaranya untuk mengantarkan ke Tan’im untuk ambil miqat.


Berdasarkan pengalaman mengambil miqat disana, tepatnya pada Selasa (23/01/2023), masjid Tan'im selalu dipadati jamaah di setiap waktunya untuk sekedar mengerjakan ibadah umrah sunnah, ditambah lagi bagi yang ingin umrah dalam jumlah yang banyak.

Armada yang bisa digunakan untuk miqat di masjid tan'im adalah bisa menggunakan bus, bemo, maupun taksi. Dari segala pertimbangan terkait kelancaran menuju masjid Tan'im, saat itu saya lebih memilih taksi daripada kendaraan lainnya.

Sedikit cerita terkait miqat ke masjid Tan’im, saat itu saya menggunakan kendaraan Taksi. Kendaraan roda empat itu cukup mudah diketemukan di sekitaran masjid Al Haram. Pada saat itu, ongkos taksi sebesar 40 riyal untuk pulang pergi. Di tawar lebih rendah sedikit lebih sulit. Ongkos 40 riyal Nampak sudah ideal bagi para supir Taksi.

Jaraknya yang lumayan dekat, baru sekitar 15 sampai 20 menit saja, saya bisa sampai di masjid Tan’im. Disana kemudian menuju ke kamar mandi masjid setempat untuk sekedar mandi dan berwudhu. Selanjutnya menuju masjid untuk shalat sunnah dan niat.

Setelah semua selesai, baru kembali ke taksi. Tips agar tidak lupa taksi yang awalnya kita naiki adalah mengingat nomor plat dan posisi taksi tersebut parkir. Di perkalanan menuju ke masjid Al Haram, kita disunnatkan membaca talbiyah sebanyak mungkin. Demikian sedikit cerita saat miqat di masjid Tan’im, tempat miqat terdekat dari kota Mekkah.

Ilmu Bermanfaat Itu Seperti Ini

ilmu bermanfaat
Ciri Ilmu yang Bermanfaat

Sejak kecil, kita mendapatkan perhatian dari keluarga terutama kedua orang tua. Mereka juga mengajarkan bagaimana berbicara dan berperilaku dengan baik. Saat usia semakin bertambah, kita diperkenalkan dengan lingkungan masyarakat dan sekolah tempat kita menuntut ilmu.

Setiap orang tua menyekolahkan anak-anaknya agar mendapatkan pendidikan dan ilmu, bisa terampil dalam akademis maupun nonakademis. Ilmu yang kita dapatkan tentunya diharapkan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

Harapan itu, tentu berdasarkan pada proses saat kita menuntut ilmu. Kata “Menuntut” disini sepertinya lebih pas ketimbang mendapatkan ilmu karena orang mencari ilmu butuh usaha untuk meraihnya apa lagi ilmu yang bermanfaat.

Saat kita menuntut ilmu apa pun, tidak serta merta dengan mudah mendapatkan ilmu jika hati dan pikiran tidak siap menerima ilmu. Terlebih jika saat proses menuntut ilmu dibarengi dengan sikap dan perilaku yang menjauhkan diri kepada Allah.

Ilmu itu adalah cahaya dari Allah. Maka untuk mendapatkannya kita seharusnya senantiasa berikhtiar dan mendekatkan diri kepada Allah. Para pencari ilmu terutama yang notabene santri, kegiatan shalat sunnah seperti tahajud biasa dilakukan agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat. 

Selain spritual yang baik, mereka juga dibarengi dengan sikap yang baik pula seperti takdzim semua orang, terutama kepada orang tua dan kyainya. Sekolah umum pun sama, antara spiritual dan sikap sebaiknya sama-sama baik. 
 
Mendapatkan ilmu itu sebenarnya mudah. Banyak cerita dari para penuntut ilmu mendapatkan ilmu dengan cara takdzim kepada gurunya. Seperti contoh Hasyim Asy’ari yang kemudian menjadi salah seorang pendiri NU (Nahdlatul Ulama).

Sewaktu beliau mengaji kepada Kyai Kholil Bangkalan, beliau jarang bahkan tidak pernah duduk mengaji di depan Kyai Kholil. Namun setiap kali disuruh oleh kyainya ia selalu siap memenuhi. Hal itu dilakukan karena takdzimnya santri kepada kyainya. Alhasil, ilmu didapatkan dengan mudahnya. Wallahu A’lam.

Dari cerita tersebut, bisa kita tarik pembelajaran bahwa jika gurunya ridha kepada murid atau santrinya, maka bukan tidak mungkin Allah juga akan ridha sehingga menjadi jalan mendapatkan hidayah-Nya terutama dalam hal mendapatkan  ilmu yang yang bermanfaat.

Zaman sekarang banyak sekali orang pintar, IPK-nya tinggi, ngomongnya bagus namun tahukah kita bahwa semua itu hanyalah sekedar wawasan belaka. Tidakkah kita pernah mendengar ilmu yang tidak bermanfaat?

Ilmu yang bermanfaat tidak hanya sampai di wawasan saja melainkan harus turun ke hati menerima kebenaran dan kebaikan. Selain itu, menjadikan perilaku kita lebih baik melalui sikap seperti tutur katanya yang baik dan sebagainya dan sebagainya.

Seperti yang dikatakan oleh Kyai Buya Yahya dalam kajiannya, beliau menjelaskan bahwa Ilmu yang bermanfaat adalah menjadikan seseorang menjadi lebih dekat dengan Allah dan tatkala memberikan manfaat kepada manusia lainnya maka selalu ingat kepada-Nya. Wallahu A’lam.

Syukur Nikmat Menjadikan Kita Bahagia

Syukur Nikmat Menjadikan Kita Bahagia
Syukur Nikmat Menjadikan Kita Bahagia
 
Sudahkah Anda bersyukur hari ini? Pasti sudah karena sejatinya bersyukur harus dilakukan setiap waktu semampu kita. Bersyukur, rupanya bisa mengantarkan kita ke pintu kebahagiaan yang sejati dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita dalam hal ini.

Apa yang ada di diri kita saat ini berikut yang kita miliki wajib kita syukuri. Situasi dan kondisi kita yang begitu beragam juga wajib disyukuri. Selalu ingat kepada Allah, Sang Maha Pencipta dalam situasi dan kondisi apa pun. Terkait syukur nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Ibrahim yang artinya,

Dan (ingatlah juga) tatkala tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatku) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih. (Ibrahim 7).

Berdasarkan ayat di atas, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Allah dalam situasi dan kondisi apa pun. Dalam sebuah kasus, terdapat cerita di mana harta bukanlah menjadi jaminan seseorang bisa hidup bahagia. We need money very much, but it’s not number one. 

Buktinya, meski hidup dalam kesederhanaan, tidak bermewah-mewah, banyak orang merasa sangat bahagia. Masih bisa tersenyum dengan begitu tulusnya. Ibadah mereka pun jalan sepanjang hidup mereka.

Dalam kasus lain, ada orang yang secara ekonomi terbilang cukup baik, bergelimangan harta, tempat tinggal mewah, serta fasilitas hidup serba mewah mereka terlihat begitu tidak bahagia, tidak merasakan ketenangan hati, dan bahkan jauh dari kata bahagia.

Oleh sebab itu, kita wajib bersyukur nikmat. Rasakan seluruh jiwa dan raga bahwa Allah telah mencukupkan dari apa kita butuhkan. Memberikan kita segalanya tanpa kekurangan apa pun. Kita bisa beraktivitas, kita bisa berfikir, produktif, dan menjadi bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Kita akan benar-benar merasakan hidup bahagia oleh karena dengan bersyukur. Apa lagi, jika kita hidup dalam lingkungan yang saling bersyukur seyogyanya bisa mengantarkan kita dalam ketenangan dan kebahagiaan. Sebab, sejatinya dengan bersyukur kita akan merasakan kepuasaan batin yang menyebabkan kita bisa bahagia.

Berbeda dengan kehidupan sesorang kaya, tetapi selalu ingkar dengan nikmat-nikmat Allah, jiwanya tidak pernah puas.

Maka bisa dikatakan bahwa orang kaya yang sejati adalah orang kaya di dalam jiwanya sendiri. Maka bermentallah sebagai orang berkecukupan meski hidup sederhana. Menjauhi diri dari meminta-minta belas kasih dari orang lain. Ibarat kata, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Mari tetap berusaha, bertawakkal, dan bersyukur nikmat. Insya Allah kita menjadi orang yang beruntung, baik di dunia maupun akhirat. Menjadikan dunia sebagai ladang amal melakukan kebaikan.

Perintah untuk kita bersyukur nikmat merupakan perintah agama harus kita jalankan. Jika kita menjalankan hidup dengan selalu bersyukur dan ikhlas semata-mata karena Lillahi ta’ala, maka insya  Allah hal itu menjadi nilai ibadah kita.

Begini Urutan Acara Manaqib

urutan acara manaqib
Urutan Acara Manaqib (Picture taken from YT Channel Manaqib 11)
Manaqib merupakan acara besar diikuti banyak jamaah. Kata manaqib berasal dari bahasa Arab memiliki arti cerita riwayat hidup dimana di dalamnya terdapat nilai-nilai kebaikan.

Sementara itu, kata maqiban mengarah pada kegiatannya yaitu membaca cerita riwayat hidup. Cerita yang dimaksudkan adalah dari seorang wali besar, bahkan menyandang predikat Sulthanul Auliya (rajanya para wali) yaitu Syekh Abdul Qadir Al Jilani.

Kegiatan manaqib merupakan kegiatan sunnah dimana siapa saja yang mengerjakan dipercaya akan mendatangkan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kegiatan manaqiban tidak asing bagi saya pasalnya semenjak saya belajar mengaji (al-quran) oleh Alm. ustadz Adnan diajak menjadi anggota jam’iyah manaqib. Beliau merupakan lulusan dari Pondok pesantren Jatipurwo Surobayo melalui asuhan KH. Utsman Al Ishaqi.

Berkat dari mondoknya itu, selesai mondok mendirikan jam’iyah manaqib di desa kelahirannya tepatnya di desa Tambak Agung, Tanah Merah Laok Bangkalan.

Selama saya ingat, ada rentetan amalan seperti ibadah, pembacaan manaqib, doa, dan shalawat. Umumnya dilakukan setelah shalat maghrib apa lagi jika untuk mengisi acara tertentu seperti acara haul, selamatan keluarga, hajatan keluarga, maupun hal lainnya. Di luar itu, waktunya terbilang menyesuai.

Berikut adalah urutan acara manaqib jika diambil dari shalat maghrib.
 
  • Shalat Maghrib
Shalat maghrib merupakan amalan ibadah wajib kita lakukan. Melaksanakan shalat berjamaah menambah nilai nilai khidmat apa lagi baju yang dikenakan para jamaah syarat akan warnanya yang putih-putih. 
  • Shalat sunnah Ba’diyah Maghrib dan Litsubutil Iman.
Masing-masing shalat sunnah dua rakaat. Jika shalat Ba’diyah Maghrib dikerjakan sendiri-sendiri maka shalat sunnah Litsubutil Iman dilakukan secara berjamaah.
  • Wiritan
Setelah mengerjakan shalat sunnah, lanjut dengan wiritan. Isi dari wiritan tersebut berupa doa, shalawat, serta beberapa ayat dalam al-qur’an seperti berikut.

إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
  • Pembacaan Khusushon dan istighosah
Pembacaan istighosah dilakukan secara bersama-sama. Istighosah merupakan serangkaian doa’ dan shalawat pendek dan berbagai macam seperti bacaan istighfar, asma’ul husna, hauqalah, dan masih banyak lagi. Tujuan dari pembacaan istighosah tersebut adalah untuk meminta pertolongan kepada Allah.
  • Pembacaan Yasin
Pembacaan yasin ini dibacakan secara bersama-sama. Saat membaca, biasanya ada yang memimpin membaca. Jamaah lainnya mengikuti kecepatan dan nada lantunan pemimpin tersebut. Biasanya pemimpin baca membutuhkan mikrofon agar terdegar jelas.
  • Pembacaan Manaqib
Di dalam bacaan maanaqib mengisahkan cerita-cerita biografi, silsilah, kebaikan, serta akhlaq terpuji oleh Syekh Abdul Qadir Al Jilani. Dalam bacaan manaqib ada setidaknya 7 bab dibacakan oleh para jemaah secara bergantian dengan orang-orang berbeda. Ada pun pergantin bab ditandai dengan bacaan sebagai berikut.

اللهم انشر نفحات الرضوان عليه # وامدنا بالا سرار التى اودعتها لديه

Setelah itu baru ada pembacaan Ibadallah dan Ya Arhamarrahimin 
  • Dzikir
Dari sekian banyak maam bacaan, sepertinya dzikir adalah yang paling ditunggu-tunggu. Lantunan dzikir “La ilaha illallah”dicara pelan-pelan dengan nada yang enak. Uniknya, di sela-sela dzikir ada pembacaan oleh satu atau dua jamaah lainnya. Kedua bacaan, shalawat dan dzikir dibacakan secara bersama-sama. Bacaannya enak didengar.

Demikian sedikit gambaran Urutan Acara Manaqib. Masih ada beberapa bacaan yang belum disebutkan, namun insyaallah sedikit banyak tertuang dalam tulisan ini.

Mengetahui Lebih dalam Abu Bakar RA

abu bakar ra
Mengenal Lebih dalam Abu Bakar RA
Sayyidina Abu Bakar merupakan sahabat Rasulullah Muhammad SAW sejak lama bahkan sebelum diangkatnya menjadi seorang nabi. Abu Bakar merupakan salah seorang pertama yang masuk di daftar Khulafaur Rasyidin.
 
Mengutip dari kitab Khulashah Nurul Yaqin, karangan Umar Abdul Jabbar, disebutkan Khulafaur Rasyidin karena statusnya adalah sebagai pengganti Rasulullah serta menunjukkan ummat terutama dalam hal pelestarian hukum syariat.
 
Nasab Abu Bakar ialah Abdullah bin Abi Quhafah bin Amir. Ia berkumpul bersama Rasululah di Mbah yang nomer 6 yaitu Murrah.
 
Abu Bakar dilahirkan selisih 2 tahun dan beberapa bulan. Semasa hidupnya, ia memiliki Kedekatan sekaligus kesetiaan kepada Rasulullah, maka tidak heran setelah Allah mengangkat nabi Muhammad menjadi Rasul-Nya, salah satu deretan orang pertama kali masuk Islam dari kaum lai-laki adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq.
 
Kemudian, Ia pun mengajak teman-teman lainnya untuk masuk Islam. Beberapa teman Abu Bakar yang ia ajak adalah Utsman Bin Affan, Zubair Bin Awwam, Thalhah Bin Abdullah.
 
Kesetiaannya Abu Bakar juga, ia menemani Rasulullah SAW dalam beberapa peperangan besar seperti dalam Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Tabuk.
 
Abu Bakar memiliki banyak keistimewaan terutama dari segi sikap dan status sosialnya. Ia adalah seorang yang lemah lembut, bagus pergaulannya, penuh kasih sayang, jujur, dan pekerja keras. Oleh sebab itu, ia dipercaya dan disegani kaumnya.
 
Dalam berbisnis dagang, ia termasuk seorang yang sukses. Rejeki yang ia dapatkan dari Allah melalui bisnis dagangnya itu, membuatnya dengan mudah mendapatkan harta yang banyak. Sebagian harta yang ia dapatkan diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
 
Ia memberikan kesempatan bekerja kepada orang-orang fakir, bahkan ia membeli budak dan mukmin untuk dimerdekakan. Semua ia lakukan hanya untuk mendapatkan ridha dari Allah, Sang Maha Pemberi Rejeki.
 
Terkait pertanda bahwa diangkatnya Abu Bakar sebagai Khulafaur Rasyidin adalah saat Rasulullah SAW sakit kemudian diperintahkannya Abu Bakar untuk mengimami shalat bersama kaum muslimin lainnya saat itu.
 
Kebersamaan Abu Bakar bersama Rasulullah benar-benar penuh cerita dan perjuangan, sehingga salah satu orang yang paling sedih saat Rasulullah meninggal dunia adalah Abu Bakar namun berkat ketabahannya itu, menjadi panutan bagi kaum Muslim-Muslimah yang lain.

Mari Istiqomah Shalat Berjemaah

shalat berjemaah
Mari Istiqomah Shalat Berjemaah
 
Shalat menjadi salah satu amalan ibadah yang wajib dilakukan bagi umat Islam. Amalan ibadah shalat khususnya shalat wajib 5 waktu merupakan perintah langsung dari Allah melalui Rasulullah dalam peristiwa Isra’ Mi’raj.

Oleh sebab itu, wajib bagi kita, umat Islam untuk senantiasa menjaga shalat 5 waktu. Tidak boleh ditinggalkan kecuali dalam keadaan tertentu misalnya saat haid bagi para kaum wanita. Lepas dari itu, tetap wajib shalat. Tidak bisa shalat berdiri maka duduk, tidak bisa duduk, tidak bisa duduk, maka bisa berbaring. 

Shalat merupakan tiang agama. Hal tersebut sesuai hadist Rosulullah, “Siapa-siapa yang meninggalkan shalat maka ia telah merubuhkan agama”

Kegiatan  shalat umumnya dilakukan di masjid, mushala ataupun di rumah. Shalat juga bisa dilakukan sendirian dan juga secara berjemaah namun lebih utama jika shalat dilakukan secara berjemaah. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rosulullah yang diriwayatkan Imam Muslim no. 1038 yaitu, 

صَلَاةُ الْجَمَا عَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَ عِسْرِيْنَ دَرَجَةً

Berdasarkan hadist tersebut, kita bisa menarik pembelajaran bahwa shalat jika dilakukan secara berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan perbandingan 1 dan 27 derajat.

Setiap orang memiliki pemikiran berbeda-beda saat melakukan ibadah shalat wajib 5. Ada yang istiqamah shalat berjemaah di masjid atau pun mushala. Ada yang sebagian lebih memilih menunaikan ibadah shalat di rumah masing-masing.

Maka pada saat shalat di rumah, Imam Syafi’i dalam kitabnya (kitab Al-Umm) menganjurkan sebisa mungkin tetap mengerjakan shalat secara berjemaah mengingat keutamaan shalat berjemaah cukup besar.

Bisa shalat bejemaah bersama anggota keluarga lain, bisa ayah, ibu, istri, anak, paman, bibi, atau lainnya. Setidaknya saat berjemaah terdiri dari 2 orang yakni 1 jadi imam kemudian lainnya menjadi makmum.

Di lingkungan yang notabene banyak pemukiman masyarakat, banyak umat Islam terutama kaum laki-laki berbondong-bondong melakukan ibadah shalat secara berjemaah. Tahukah Anda bahwa shalat berjemaah mendatangkan manfaat dan keutamaan-keutamaan.

Selain keutamaan pahala dilipatgandakan, ada banyak keutamaan lain shalat berjemaah di masjid. Allah memuliakan orang-orang yang mau dan beristiqomah menunaikan ibadah shalat berjamaah di masjid. Oleh sebab itu, shalat berjemaah tidak hanya dianjurkan, namun juga diperintahkan terutama jika rumahnya dekat dengan masjid. 

Sesuai sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bahwa tidak sempurna shalat seseorang yang dekat atau bertetangga dengan masjid kecuali dengan berjamaah di masjid.

Lebih lanjut, Keutamaan lain shalat berjemaah adalah lebih berpeluang shalat kita diterima daripada shalat sendirian, kita bisa terhindar dari siksa kubur, dan menjauhkan diri dari godaan setan. Mari istiqomah shalat berjemaah. Wallahu a'lam bishawab

Yuk Belajar Kitab Kuning Lagi

kitab kuning
Kitab Kuning Sullamut Taufiq
 
Belajar kitab kuning memang identik dengan pembelajaran yang ada di madrasah-madrasah atau pun pondok-pondok. Namun, bagi yang tidak pernah bersekolah di sekolah yang notabene sekolah agama tersebut tidak ada salahnya belajar kitab kuning.

Secara personal, dulu saya pernah belajar membaca kitab kuning sewaktu belajar di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Tambak Agung, Tanah Merah Laok Bangkalan. Uniknya, tempat madrasah yang pernah saya pelajari merupakan madrasah ranting Sidogiri.

Materi pembelajarannya sama dengan yang ada di Pondok Sidogiri, Pasuruan. Sebagai alumni, saya ingat betul bahwa kitab-kitab yang saya pelajari cukup banyak, salah satunya adalah kitab Sullamut Taufiq pengarang Syekh Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim Baalawi.

Sebagian kitab memang ada yang berharakat, namun tidak untuk kitab kitab Sullamut Taufiq ini. Sebagian lainnya umumnya orang mengatakan itu adalah kitab kuning atau kitab gundul. Kitab-kitab yang saya miliki merupakan kitab bekas pernah saya pelajari dan sampai sekarang saya simpan rapi.
 
Sejauh saya belajar kitab kuning, antara tahun 2002 sampai 2004 masehi terasa tidak begitu sulit. Hal biasa saat itu sering mendengarkan guru membaca dan secara langsung kami selaku murid menyimaknya cara membacanya.

Cukup apresiasi terhadap guru yang membaca begitu lancarnya membaca kitab kuning tanpa harokat lengkap dengan mengartikan dengan bahasa Jawa halus.

Kala itu, pada saat belajar membaca kitab kuning adalah untuk tujuan mengartikan, menerjemahkan, dan memahami meteri yang ada di dalam kitab tersebut. Pembahasan secara detail semua tertulis menggunakan bahasa Arab sementara pembahasannya menggunakan bahasa Indonesia.

Materinya cukup banyak sehingga tulisan-tulisan kitab kuning berukuran sangat kecil namun masih jelas untuk disimak. Beberapa waktu yang lalu bab shalat telah saya pelajari namun untuk mengingatnya lagi saya ingin mencoba untuk membaca dan mempelajarinya lagi.

Orang yang ahli Nahwu dan Syorrof tentu akan sangat mudah, bahkan tidak hanya cara membacanya yang benar tetapi juga disertai dengan alasan-alasannya mengapa dibaca demikian. Sementara yang tidak terlalu paham maka saat membaca kelihatan sering salah. 

Baik, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk belajar kembali kitab kuning, kitab fikih (Sullamut Taufiq) halaman 19. Pada bacaan di kitab tidak ada harakat dan saya mencoba menuliskan kembali melalui tulisan tangan saya lengkap dengan harakatnya.
belajar kitab kuning
Belajar Kitab Kuning Sullamut Taufiq Bab Wudhu
 
Demikian saya mengingat-ingat dan mempelajari kembali kitab kuning. Jika terdapat kesalahan bisa koreksikan dengan mengisi kolom di kolom komentar, terima kasih. Mari semangat terus belajar tanpa mengenal batas.

Cara Agar Selalu Ingat Kepada Allah

cara ingat Allah
Salah satu cara agar selalu ingat Allah adalah dengan Shalat

Kita sebagai makhluk ciptaan Allah, sudah seharusnya selalu ingat kepada Allah. Dengan mengingat-Nya akan membuat Kita semakin mengenal dan dekat kepada Allah sehingga dalam beribadah pun Kita akan semakin khidmat.

Ada banyak cara agar selalu mengingat Allah misalnya dengan mengerjakan apa-apa yang diperintah-Nya dan menjahui apa-apa yang dilarang-Nya seperti contoh menjaga shalat. Shalat merupakan suatu kewajiban bagi Umat Muslim beriman setidaknya 5 kali dalam sehari. Dengan shalat Kita akan mengingat Allah. Insya Allah.

Hal tersebut sesuai dengan kitab suci Alquran, surah Toha ayat 14 yang terjemahannya adalah sebagai berikut :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan tunaikanlah shalat untuk mengingatKu.”

Nah, dari ayat yang telah disebutkan di atas tersebut merupakan ayat yang menjelaskan tentang mengingat Allah. Shalat menjadi salah satu amalan untuk mengingat Allah sekaligus cara Kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Khaliq (maha pencipta), Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Maka jangan sekali-kali meninggalkan shalat kecuali sebab tertentu seperti saat seorang perempuan mengalami “M” (mentruasi).
 
Selain itu, ada banyak keutamaan lain mengerjakan ibadah shalat. Menjaga shalat 5 waktu dengan sebenar-benarnya, akan mencegah Kita dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Wallahu A’lam (hanya Allah yang lebih tahu).

Menurut salah satu perawi hadist yaitu At Tirmidzi, bahwasannya Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang terjemahannya, “Takutlah kepada Allah Ta'ala di mana pun kau berada.. (ألخ).” Dari hadist tersebut Kita sepatutnya bertaqwa dan selalu ingat kepada Allah, baik itu saat sepi maupun saat ramai.

Amalan mengerjakan ibadah seperti shalat ini memang sangat identik dengan Islam sebagai ritual peribadatan langsung kepada Allah Ta’ala. Mengingatkan (kembali) bahwa Islam sendiri memiliki tingkatan berbeda. Dalam hal ini ada 3 tingkatan Islam yaitu Islam, Iman, dan Ihsan.

Berdasarkan tingkatan tersebut, Ihsan menempati tingkatan paling tinggi sebab seorang hamba, Fa Insya Allah termasuk Kita, akan selalu terpaut dengan secara lahiriyah dan batiniyah melalui cara dan rasa dalam hal beribadah itu sendiri. 

Terkait makna Ihsan, Rasulullah bersabda yang artinya, “Hendaknya kau bmelaksanakan ibadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, namun jika kau tidak melihat-Nya, sungguh Dia melihatmu.” Wallahu A’lam (hanya Allah yang lebih tahu).

Sakit Jadi Penggugur Dosa

sakit penggugur dosa
Sakit Jadi Penggugur Dosa
 
Sakit merupakan suatu hal biasa menimpa tubuh kita tanpa mengenal waktu dan tempat. Rasa sakit membuat tubuh Kita jadi tidak enak dan sulit melakukan aktivitas. Terkadang, meski Kita sudah maksimal menjaga pola hidup sehat, namun sakit sering kali menghampiri.

Usut punya usut, ternyata sakit yang pernah atau sering menghampiri Kita merupakan suatu bukti bahwa Allah Subhanahu Wa ta’ala sayang kepada ummatnya karena melalui penderitaan sakit, dosa yang Kita rasakan menjadi jalan penggugur dosa yang pernah Kita lakukan asalkan ikhlas dan terus beribadah.

Hal tersebut sesuai yang tertera dalam Al qur’an dan hadist. Dalam hadist riwayat Imam Muslim nomor 2571 dijelaskan yang jika Kita tarik penjelasannya, “Tidaklah orang muslim beriman tertimpa penyakit atau semacamnya, melainkan Allah Subhanahu Wa ta’ala pasti akan mengugurkan dosa-dosa yang pernah dilakukan bagaikan pohon yang mengugurkan daun-daunnya".

Sementara itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surah Asy-Syura ayat 30 yaitu :

 وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
 
Terjemahannya: (Musibah apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh perbuatanmu (sendiri), dan Allah Subhanahu Wa ta’ala memaafkan banyak (dari macam kesalahan yang pernah diperbuat).

Berdasarkan sumber Al qur’an dan hadist di atas, sudah sepatutnya Kita sebagai muslim/h beriman untuk senantiasa positif thinking bahwa sesuatu kebaikan akan datang kepada Kita seperti dosa-dosa yang pernah Kita lakukan diampuni oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Sebaliknya, jika Kita negative thinking, tidak sabar, benci dengan keadaan, bahkan menjauh dari Allah Subhanahu Wa ta’ala maka hanyalah derita sakit yang Kita rasakan tanpa mendatangkan kebaikan. Keadaan seperti itu, sangat disukai syetan. Sehingga saat Kita tidak menerima derita sakit, penggugur dosa tidak akan Kita dapatkan.

Dalam suatu riwayat yang juga dijelaskan oleh perawi hadist Imam Muslim bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkunjung ke seorang teman wanita bernama Ummu Sa’ib. Dia sering kali menderita demam.

Dalam kunjungan tersebut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya ada apa. Kemudian lantas Ummu Sa’ib menjawab, “Saya sedang dalam keadaan demam tinggi. Semoga Allah
Subhanahu Wa ta’ala mengutuknya.” Mendengar itu, lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Janganlah engkau mengutuk demam, sungguh itu mengampuni dosa bagaikan tungku membersihkan kotoran pada besi.”

Kesimpulan, Kita harus sabar dan terus tingkatkan beribadah walau dalam keadaan sakit. Seperti shalat misalnya, Jika tidak bisa shalat berdiri maka bisa dilakukan dengan duduk, jika tidak bisa duduk maka bisa dilakukan berbaring. Sebagai ikhtiar Kita agar sembuh dari derita sakit maka selain meminta kesembuhan kepada Allah, juga berobat.  

Tadarus di Bulan Ramadhan

Tadarus di bulan Ramadhan
Tadarus di Bulan Ramadhan 1442 Hijriyah

Istilah tadarus atau darusan di bulan Ramadhan, erat kaitannya dengan amalan baik di bulan suci Ramadan. Tadarus umumnya dilakukan di masjid, langgar, dan bahkan di rumah secara berkelompok. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di mushala Nurul Muttaqin Surabaya pada Rabu (28/04/2021).

Secara teknis, tadarus di bulan Ramadhan dilakukan secara sederhana. Satu orang membaca al qur’an sementara lainnya mendengarkan sambil mengoreksi seumpama ada kekeliruan dalam membaca.

Kegiatan Tadarus di bulan Ramadhan menjadi salah satu rutinitas amalan ibadah puasa dilakukan pada malam hari, ba’da shalat sunnah tarawih. Nampak itu dilakukan serentak membacanya menggunakan pengeras suara (mik) sehingga lantunan membaca ayat al qur’an terdengar di mana-mana.

Untuk waktunya terbilang fleksible. Artinya, tergantung pada kebiasaan warga setempat namun umumnya start ba’da shalat sunnah tarawih sampai sebelum pertengahan malam. Ada yang jam 22.00 dan ada yang jam 23.00 WIB. Selebihnya, waktu digunakan untuk beristirahat.

Di tengah-tengah orang tadarusan, sering kali dijumpai aneka makanan dan minuman di mana orang biasanya memberikan takjil teruntuk para pegiat tadarus. Insya Allah sama-sama mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Seperti yang disebutkan dalam HR. Tirmidzi bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa sallam pernah bersabda, “Siapa-siapa yang membaca satu huruf al qur'an, maka ia mendapatkan 1 kebaikan, sementara kebaikan tersebut dilipat gandakan menjadi 10 kali,”.

Berdasarkan hadist di atas, sungguh beruntung bagi siapa pun yang diberikan Allah hidayah sehingga mampu menjalankan ibadah berupa tadarus apa lagi dilakukan di bulan berkah dan bulan penuh ampunan yakni bulan Ramadan.

Lebih lanjut, ada banyak sekali keutamaan-keutamaan orang melakukan tadarus di bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, hati menjadi tenang. Membaca dan mendengarkan lantunan ayat-ayat al quran seorang muslim beriman akan ingat dan merasa dekat dengan Allah. Hal tersebut akan membuatnya merasa lebih tenang dan tentram.

Kedua, keimanan akan semakin meningkat. Keimanan tekadang tidak menentu, terkadang kuat dan terkadang lemah. Oleh sebab itu, butuh amalan ibadah yang mampu meningkatkan keimanan seperti membaca, mendengarkan, dan bahkan mengkaji muatan yang ada di dalam al qur’an.

Ketiga, kebaikan yang Kita lakukan dilipat-gandakan. Berdasarkan hadist HR. Tirmidzi di atas, pahala membaca al qu’an dilipat-gandakan. Oleh karena itu, menjadi kesempatan baik untuk meramaikan masjid, langgar, dan di rumah dengan menyelenggarakan tadarus di bulan Ramadan.

Bersyukur atas Nikmat Allah

bersyukur atas nikmat Allah
Bersyukur atas nikmat Allah 
Sebagai seorang muslim/muslimah yang baik, bersyukur tentu menjadi suatu hal yang seharusnya dilakukan. Hal tersebut bisa menjadi bukti rasa syukur Kita kepada Allah dari apa yang Kita dapatkan khususnya nikmat-nikmat Allah yang luar biasa ini.

Bagaimana Cara Bersyukur atas Nikmat Allah?

Allah telah memberikan nikmat kepada hambanya tanpa memandang apakah dia jahat ataukah baik. Hal tersebut sesuai dengan bacaan basmalah bahwa Allah itu Ar-rahman Ar-Rahim yang artinya Allah maha pengasih dan lagi penyayang.

Nikmat Allah di berikan kepada setiap makhluk ciptaannya mulai dari hewan, tumbuhan, dan manusia. Selama makhluk diberikan  nafas kehidupan maka setiap saat itu pula Allah telah memberikan nikmat yang nyata serta dapat dirasakan secara langsung.

Kita bisa bernafas, merasakan nikmatnya makan dan minum, beraktifitas, menikmati pemandangan yang indah, dan lain sebagainya. Lalu, nikmat mana lagi yang Anda dustakan. Kalau pun ada hal yang dirasa sebagai beban, maka marilah kita tetap bersyukur dan bertawakkal  karena dalam setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Bersyukur atas  nikmat Allah telah difirmankan dalam qur’am surat Ibrahim ayat 7. Disana dijelaskan bahwa ketika kita bersyukur maka nikmat Allah bertambah lagi dan lagi, namun sebaliknya ketika Kita mengingkari maka sungguh adzab Allah sangatlah pedih.

Nah berdasarkan dari ayat diatas, sudah menjadi kewajiban kita untuk bersyukur atas segala nikmat Allah yang diberikan. Cara untuk bersyukur atas nikmat Allah ada banyak  cara seperti yang dilansir dari laman dalamislam.com, ada setidaknya 10 cara bersyukur.

Cara Bersyukur atas Nikmat Allah

Pertama, selalu mengingat Allah 
Dalam sikon sepi ataupun ramai, sudah seharusnya Kita selalu mengingat Allah. Setiap kejadian pastilah atas kehendak Allah dan adanya alam semesta ini juga merupakan Bentuk kekuasaan Allah.

Kedua, sebisa mungkin menjauhi dari penyakit hati
Ada banyak macam penyakit hati, salah satunya adalah sifat sombong. Sikap yang satu ini merupakan sifat yang dimiliki oleh iblis. Hal tersebut sesuai dengan Q.S. Al- Baqarah ayat 34 dimana Allah menyuruh iblis untuk bersujud kepada nabi Adam, namun iblis sombong dan tidak mau menjalankan perintah Allah.

Ketiga, mengucapkan kalimat pujian
Ucapan kalimat pujian seperti alhamdulillah, subhanallah, astaghfirullah, allahu akbar, biasa Kita dengar dari kalangan ustadz, kiai, dan ulama. Namun, sebenarnya itu bisa dijadikan panutan agar kemudian Kita juga bisa mengucapkan kalimat pujian setiap saat Kita bisa.

Keempat, memelihara nikmat Allah 
Apa-apa yang ada pada diri dan juga lingkungan Kita sudah seharusnya kita jaga dengan baik. Jangan sampai Kita merusaknya karena itu merupakan bentuk syukur Kita kepada Allah. Badan kita yang sehat ini Kita pergunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah, jangan malah sebaliknya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Demikianlah sedikit penjelasan dan cara bersyukur atas nikmat Allah. Semoga Kita senantiasa diberikan kebahagiaan, kesehatan, diapanjangkan umur, diberikan rejeki yang banyak dan barokah, serta selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, amiin ya rabbal ‘alamiin. 

Shalat Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor

Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor Surabaya
 Shalat Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor

 

Shalat Jum’at merupakan kegiatan ibadah umat Muslimin yang biasa dilakukan sekali dalam sepekan atau tepatnya pada hari Jum’at menjelang waktu dhuhur. Banyak cerita dimana saat Saya mengerjakan shalat Jum’at, namun kali ini akan diceritakan pengalaman Saya Shalat Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor Surabaya.

Mengerjakan shalat pada Jum’at (06/11/2020) di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor Surabaya merupakan kali kedua Saya, mengingat lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Di masjid yang memiliki 3 atap tumpang tersebut Saya mengerjakan shalat dengan penuh khidmat.

Awal masuk ke halaman masjid, disana telah ada penjagaan dari beberapa petugas masjid. Ada yang mengarahkan tempat parkir dan ada juga yang mempersilahkan tempat duduk yang kosong khususnya bagi para jamaah yang baru datang.

Uniknya, saat shalat Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor Surabaya, ada pembagian tempat bagi para jamaah. Bagi para jamaah yang usianya masih belasan tahun ke bawah dipersilahkan dan dikumpulkan menjadi satu yaitu di samping masjid sebelah kiri. Hal tersebut mungkin dilakukan agar lebih tertib. 

Sebelum serangkaian acara dimulai, seperti biasa ada pengumuman, mulai dari pengeluaran biaya masjid, saldo akhir kas masjid, ucapan terima kasih kepada seluruh donator, dan berdoa bersama melalui pembacaan surah Al Fatihah, dan dilanjutkan pengumuman yang bertindak menjadi khatib dan bilal.

Di tengah-tengah momen, saat khatib berpidato di atas mimbar, seluruh jamaah diam mendengarkan khutbahnya. Masih teringat sekali, kala itu khatib menyampaikan beberapa pesan.  Di awal khutbahnya adalah berupa ajakan kepada seluruh jamaah agar meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah Ta’ala. 

Sementara pesan inti dalam khutbahnya tersebut adalah tentang kewajiban Kita untuk perduli terhadap anak yatim. Anak yatim dimanapun berada terutama yang ada dilingkungan Kita agar jangan sampai dilantarkan, justru harus diperhatikan kebutuhan sehari-hari dan bahkan kebutuhan hidupnya.

Khatib Jum’at pun mengaitkan anjuran perduli anak yatim dengan kitab suci Al- Qur’an dan juga Hadist berupa cerita.

Selesai khutbah, bilal pun iqomat dan mengerjakan shalat jum’at berjamaah. Setelah selesai, dilanjutkan dzikir. Demikian pengalaman Saya Shalat Jum’at di Masjid Al Ikhlas Bulak Banteng Lor Surabaya.

Lebih Baik Diam

lebih baik diam

Kata orang diam itu emas. Dalam kondisi tertentu sepertinya memang benar, misalnya saat kita sedang emosi dan lanjut mengeluarkan perkataan jelek yang justru bisa mengakibatkan orang lain tersinggung, maka sepertinya lebih baik diam.

Anjuran untuk diam telah disabdakan oleh Rasulullah, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yang intinya adalah siapa-siapa yang yang beriman kepada Allah dan juga hari akhir seyogyanya berucap dengan baik. Namun, jika tidak bisa maka lebih baik diam.” (diriwayatkan oleh Imam Bukhari 5670).

Berdasarkan sabda Rasulullah diatas, sudah seharusnya Kita sebagai Muslim beriman untuk tetap menjaga nikmat berubah lidah ini dengan sebaik-baiknya. Berbagai macam cara yang bisa dilakukan seperti memperbanyak menyebut asmaul husna, istighfar, dan selalu menjaga lisan dari perkataan tidak baik.

Terlebih Kita sebagai muslim yang smart, berada di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah maupun di lingkungan kerja lisan Kita seharusnya tetap dijaga dan selalu tetap effort meminimalisir perkataan yang dapat menyakiti orang lain baik disengaja atau tidak.

Dalam kondisi tertentu, lebih baik diam ketimbang omongan Kita cenderung memancing emosi orang lain. Namun dalam kondisi yang lain misalnya dalam rapat diam tidak akan memecahkan masalah. Jadi tetap berbicara dan bertindak sesuai etika yang berlaku.

Intinya dari pembahasan ini, Kita sebaiknya lebih baik diam untuk menghindari perkataan yang kotor, mengolok, dan bahkan perkataan yang ada unsur membantah saran baik dari saudara, kerabat, guru, keluarga lebih-lebih orang tua, Naudzubillah min dzalik.

Hal ini mengingat apa yang disampaikan oleh sahabat dekat Rasul, Ali bin Abu Thalib R.A., orang yang meninggal karena tersandung lidahnya dan orang tidak meninggal karena tersandung mulutnya hanya akan bikin pening kepalanya sementara tersandung kakinya ia akan sembuh perlahan. (diriwayatkan oleh Imam Bukhari).

Nah, kira-kira apa ya keutamaan lebih baik diam dalam Islam? Salah satu keutamaan diam adalah ibadah yang paling ringan tapi tinggi nilainya. Seperti dalam sebuah hadist, “Siapa muslim paling utama?” kemudian Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab, “Mereka  yang bisa menjaga lisan beserta tangannya dari berperilaku buruk kepada lainnya (diriwayatkan oleh Imam Bukhari).

Meriah, Penyelenggaran Maulid Nabi di Desa Tambak Agung

Penyelenggaran Maulid Nabi di Desa Tambak Agung

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Maulid nabi merupakan perayaan bagi umat muslim untuk menghormati lahirnya baginda rasul Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Penyelenggaraan mungkin berbeda-beda antara daerah dengan daerah lainnya. Kali ini, akan diceritakan penyelenggaran maulid nabi di desa Tambak Agung.

Berlokasi di desa Tambak Agung Tanah Merah Laok, Bangkalan, perayaan maulid nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa sallam cukup meriah. Pasalnya, penyelenggaraan dilakukan secara serentak di masjid Baitul Mukmin setempat pada 12 rabiul awal di setiap tahunnya.

Penyelenggaraan cukup meriah seperti yang terlihat pada perayaan Maulid nabi 1442 hijriyah, pada Kamis (29/10/2020) pagi hari sekitar jam 05.00 WIB. Ada setidaknya 90 masyarakat desa setempat berbondong-bondong datang ke masjid melakukan perayaan maulid nabi Muhammad dengan membacakan lantunan shalawat.

Berdurasi sekitar 1 jam-an, bacaan shalawat yang dimulai dari bacaan Diba’, Ya Nabi Salam ‘Alaika, Fi Hubbi Sayyidina Muhammad, dan lanjut dengan do’a dapat terselesaikan. Bacaan tersebut sangat umum dibacakan. Cukup sederhana tapi penuh dengan makna.

Dalam penyelenggaraan tersebut, ada setidaknya 3 spot masyarakat berkelompok. Ada di dalam, serambi, dan halaman masjid. Bagi para kiai, ustadz, sesepuh, jamaah shalawat, dan sejumlah masyarakat berada di dalam masjid. Sementara lainnya atau yang didominasi pemuda desa berada di serambi dan luar masjid.

Ditengah-tengah bacaan Ya Nabi Salam ‘alaika atau lebih sering dikenal dengan Syrakalan, ada momen yang cukup meriah dimana pengurus masjid telah menyediakan uang untuk dilemparkan ke udara dan diperebutkan masyarakat yang didominasi pemuda-pemuda desa atau istilah Maduranya det-ngodeten.

Tidak diketahui pasti nominal uang yang dianggarkan. Namun terlihat nominalnya cukup banyak. Ada uang receh dan juga nominal uang sebesar Rp2,000.00, Rp5,000.00, dan juga Rp10,000.00. Itu pun tidak hanya dari pengurus masjid saja namun juga masyarakat dermawan setempat.

Cukup meriah dan seru. Mengingatkan Saya waktu kecil dulu. Begitu uang dilempar, semua pada seru-seruan memperebutkan uang yang jatuh ke lantai masjid. Menyenggol tak sengaja pun menjadi hal biasa. Dapet atau tidak, bukan jadi masalah yang penting tetap senang dan bahagia.

Akibatnya, penyelenggaran maulid nabi di desa Tambak Agung selalu meriah.

Saat bacaan berikut dengan do’anya selesai, konsumsi berupa bua-buahan dan makanan ala lebaran pun tersaji disana. Semua konsumsi berasal dari masyarakat setempat dan dikolektif langsung dan biasanya para ibu-ibulah mengantarkannya ke masjid. 

Mari Kita Senantiasa Berperilaku Terpuji

Betapa damai di hati saat kita berada di lingkungan orang baik. Hidup kita pasti akan serasa indah dan tentram. Sebaliknya, sedikit berbeda ketika kita berada di lingkungan orang yang tidak baik karena akan menjadi PR bersama  untuk saling mengajak dan mengingatkan saudara kita lainnya agar Senantiasa Berperilaku Terpuji.
Berperilaku Terpuji
Sikap Terpuji :Menolong Orang Saat 
Kecelakaan Motor (07/07/2020)
Secara manusiawi, memiliki akhlak terpuji Berperilaku baik memang menjadi suatu yang sangat didambakan bagi semua orang. Bahkan sejahat-jahatnya orang masih pingin anaknya menjadi orang yang selalu berperilaku terpuji.

Perilaku terpuji merupakan ajaran rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan salah satu tujuan diutusnya rasulullah ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Ini sesuai dengan hadistnya yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., hadist tersebut berbunyi :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak.”

Berdasarkan hadist di atas itu, Saya menangkap pesan, bahwa kita ummat rasul Muhammad shallallahu alaihi wasallam,sebaiknya kita menjaga dan Senantiasa Berperilaku Terpuji, baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap orang lain.


Perilaku terpuji terhadap diri kita sendiri contohnya adalah bersyukur terhadap nikmat Allah berupa kesehatan jasmani. Kita tidak boleh menyiksa badan kita sendiri dan menjahui dari perilaku yang dapat merugikan kita sendiri seperti melukai diri sendiri, bunuh diri, dan sebagainya.

Sementara contoh perilaku terpuji kepada orang lain bisa dilakukan dengan banyak cara. Beberapa diantaranya adalah dengan menjaga perasaan orang yang lebih tua, menghormati kedua orang tua, bertutur bahasa dengan baik dan sopan, toleransi, dan saling tolong menolong dalam hal kebaikan.


Perbedaan karakter pada setiap orang, terkadang menjadi salah satu kendala tidak sinkron dengan harapan Saya pribadi. Tidak semua orang dapat berperilaku baik. Saya tidak mempersalahkan itu karena menurut Saya itu bagian dari isi dunia. Ada baik ada buruk, ada terang ada gelap, demikian seterusnya.


Adanya berbagai macam karakter orang itu, sudah sepantasnya kita wajib menerima dan legowo bahwa memang karakter ataupun watak orang itu berbeda. Namun ada baiknya kita saling mengingatkan saudara-saudara kita yang lain jikalau mereka berperilaku tercela serta tindakan yang tidak sesuai dengan agama.


Semoga dengan Senantiasa Berperilaku Terpuji ini kita bisa mendapatkan ridha Allah sehingga di kehidupan kita yang sedang kita berjalan dengan baik dan terhindar dari masalah-masalah duniawi. Mampu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dan tetap berada di jalan yang lurus.

Taat Kepada Pemerintah, Ini Hadistnya

Taat kepada Allah dan Rasulnya menjadi suatu keharusan bagi umat muslim dimanapun berada. Selain itu, juga ada kewajiban untuk taat kepada pemerintah.
hadist taat kepada pemerintah
Taat kepada Pemerintah. Foto diambil dari 
laman ebookanak.com (19/06/2020)
Taat yang dimaksud adalah dengan menjalankan apa-apa yang diperintahkan dan menjahui apa-apa yang dilarang. Kewajiban untuk taat ini berdasarkan pada hadist Rasul shalallahu alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, ia berkata ; Rasul shalallahu alaihi wa sallam bersabda yang berbunyi :

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ وَمَنْ يطع الاميرِ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يعص الامير فَقَدْ عَصَانِي

“Barang siapa menaatiku, berarti ia telah menaati Allah. Barang siapa mendurhakaiku, berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa menaati pemerintah, berarti ia telah menaatiku. Barang siapa mendurhakai pemerintah, berarti ia telah mendurhakaiku.”


Dari potongan sabda Rasul shalallahu alaihi wa sallam diatas terkait dengan taat kepada pemerintah, bagaimana kita menaatinya? Kita sebagai rakyat biasa memiliki kewajiban untuk menaati pemerintah selagi perintah itu baik, tidak dzalim.

Contoh sederhana menaati pemerintah akhir-akhir ini adalah adanya peraturan tentang diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dimana kita dibatasi untuk beraktivitas di luar rumah agar bisa memutus penyebaran virus Covid-19.

Masyarakat dihimbau untuk menerapkan physical distancing, mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah, beribadah di rumah, dan lain-lain.

Hal diatas merupakan salah satu program ataupun kebijakan pemerintah yang seharusnya kita jalankan bersama-sama agar tetap menjaga Indonesia sehat, terhindar dari virus.


Langkah kebijakan yang diambil pemerintah seperti demikian itu, tidaklah sepenuhnya diterima baik oleh warga, ada saja warga yang kontra terutama himbauan untuk beribadah di rumah saja.


Melansir dari akun youtube Najwa Shihab yang dipublikasikan pada 22 April 2020 terdapat sebuah percakapan antara Najwa Shihab sendiri dengan sang ayahanda Muhammad Quraish Shihab.

Najwa mengajukan sebuah pertanyaan yang dipicu oleh ajakan warga berbondong-bondong datang beribadah ke masjid. “Takut itu kepada Allah. Jangan takut kepada virus,” kata salah seorang warga yang tak disebutkan namanya itu.


Begini pertanyaannya; “Apakah sesuatu dipertentangkan ketakutan terhadap suatu hal dengan ketakutan kepada Allah?”


Ayahandanya memberi tahu bahwa itu tidak dipertentangkan. Alumnus Univ. Al Azhaar sekaligus Menteri Agama di era Soeharto itu mengaitkan pernyataannya dengan mengaitkan dengan cerita Rasul, Musa A.S.


“Salah satu bukti yang dianugerahkan Allah kepada nabi Musa adalah tongkatnya berubah menjadi ular. Al-qur’an menyatakan nabi Musa takut. Allah berfirman kepadanya La takhaf (jangan takut). Jadi nabi musa takut, bukan berarti ia tidak takut kepada Allah,” papar Quraish Shihab.


Lalu bagaimana kriteria pemimpin yang wajib kita taati? Banyak pendapat tentang hal ini. Sebagai kriteria utamanya adalah pemimpin selalu taat kepada Allah dan Rasulnya, jujur, adil kepada rakyat, dan masih banyak lagi.


Jika telah memenuhi kriteria pemimpin yang wajib kita taati, bagaimana cara taat kepada pemerintah? Caranya adalah dengan menaati kebijakannya, menjaga amanahnya, melaksanakan perintahnya, melaksanakan peraturannya, dan menghargai jasa-jasanya.