Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini

Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini
Kh. Abdullah Khon Tobroni menjelaskan Bahagia Lantaran 4 Hal. Sumber foto by ss Youtube Channel @officialduniashooting, Selasa (24/3/2026).

Semua orang ingin bahagia. Bahagia merupakan nikmat yang spesial dan luar biasa yang diberikan Allah kepada hambanya insan individu maupun kelompok. Bahagia merupakan perasaan senang serta perasaan puas terhadap sesuatu yang dirasakan langsung oleh jiwa.


Orang yang mendapatkan kebahagiaan biasanya akan merefleksikan diri dalam bentuk syukur melalui ucapan hamdalah, senyuman, tawaan, dan bahkan tangisan.

Hal tersebut menandakan bahwa setiap orang akan berbeda emosional dalam hal menerima kebahagiaan tersebut.

Pada kesempatan kali ini akan dibagikan referensi tentang dari mana kebahagiaan itu mungkin datang. Melansir dari laman facebook @Jamal Insaf. KH. Abdullah Khon Tobroni asal Bangkalan menjelaskan ada macam Bahagia Lantaran Dari 4 Hal Ini yaitu sebagai berikut.

Pertama, bahagia dari anak. Orang bahagia itu bisa berasal dari anak putu.

Anak yang shalih/shalihah bisa mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian pada diri orang tua. Anak yang shalih dan shalihah tak hanya mendatangkan kejembaran dunia, melainkan juga akhirat. Seperti yang dijelaskan dalam hadits yang artinya, akan putus amal seseorang melainkan 3 perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak shalih/shalihah.

Kedua, bahagia lantaran istri yang taat kepada suaminya

Istri yang taat bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi setiap keluarga kecilnya. Suami berangkat bekerja terasa tentram saat dilayani menyiapkan baju, sarapan, dan doa hangat. 

Pun saat suami pulang, dalam kondisi lelah, istri pun menyambutnya dengan baik. Betapa bahagia mempunyai istri yang shalihah.

Ketiga, bahagia karena rizki berlimpah 

Rizki berlimpah bisa karena jabatan tinggi, usahanya dilancarkan oleh Allah SWT. Bagi petani, tanamannya tumbuh subur, sampai memanennya dengan hasil penuh berkah. Bagi yang beternak, hewan ternaknya bereproduksi banyak.

“Se aobu sape abuduk melolo” demikian jelasnya Kh. Khon dalam bahasa Madura terkait contoh bagi peternak yang memelihara sapi, sapinya beranak terus menerus.

Keempat, bahagia lantaran tetangga


Tetangga mungkin dianggap sebelah mata secara urusan keluarga. Tetapi nyata jika ada musibah, tetangga adalah yang sangat dibutuhkan. 

Tetangga akan menjadi penyebab kebahagiaan datang jika “Tetangga padha e sae kabhi” saling rukun, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

Beda cerita jika dengan tetangga tidak saling baik dan tidak akur. Hidup akan semakin ruwet, terutama jika 4 hal di atas justru kebalikannya.

Tidur Usai Sahur, Alamat Shubuh Hilang

Tidur Usai Sahur, Alamat Shubuh Hilang
Ilustrasi tidur usai sahur, dampaknya waktu shubuh hilang, "Heih! Don't Sleep After Sahur!" ilustrasi gambar pada Rabu (18/3/26)

Sahur menjadi salah satu kegiatan untuk sekedar makan minum sebelum berpuasa sehari penuh. Kegiatan sahur sangat dianjurkan, seperti dalam sabda Rasulullah SAW bahwa kegiatan sahur adalah diberkati, maka bersahurlah walau seteguk air.

Kegiatan tidur setelah sahur, nampaknya masih melekat di kalangan masyarakat. Bukan karena tidak boleh, akan tetapi berpotensi meninggalkan shalat shubuh. Ingin istirahat leye-leye setelah sahur, malah ketiduran. Alhasil, waktu shalat subuh jadi hilang.

Realitas dalam kehidupan masyarakat kita, tidur usai sahur masih menjadi salah satu kendala. Tidur Usai Sahur, Alamat Shubuh Hilang Dampaknya, kesiangan dan tidak shalat shubuh. 

Mari Niatkan dengan Kuat Mengerjakan Shalat Shubuh

Yang menjadi pokok memecahkan masalah adalah niat kuat untuk melaksanakan ibadah shalat shubuh. 

Penulis merangkum, terdapat sejumlah kemungkinan jika niat mengerjakan shalat shubuh usai sahur.

Pertama, tidak tidur menunggu waktu dan mengerjakan shalat shubuh

Kedua, bersantai atau pun tiduran yang berujung kesiangan. Saat terbangun dan masih ada waktu shubuh, maka langsung mengerjakan shalat. Namun saat terbangun dan kesiangan maka tetap mengerjakan shalat dengan perasaan tidak enak timbang ndak shalat, ‘kan?

Hukum mengerjakan shalat shubuh saat kesiangan tetap diperbolehkan dengan niat qadha (mengganti). Hal ini dilakukan tanpa ada unsur kesengajaan. Mudah-mudahan, Allah mengampuni dosa-dosa kita, amiin.


Ketiga, niat shalat shubuh yang kuat tetapi enggan mengerjakannya
Berdasarkan pengalaman (dulu/pen), pernah niat kuat mengerjakan shalat shubuh. Tetapi, saat membuka mata cahaya matahari sudah bersinar. Ada perasaan kecewa dan lalai pada diri sendiri sehingga memilih tidak mengerjakan shalat subuh karena takut dosa. Dan berkomitmen shalat shubuh keesokan harinya.

Hukum Tidur Usai Sahur

Hukum tidur sampai melewatkan waktu shubuh hukumnya adalah makruh. Artinya, lebih baik ditinggalkan dari pada dilakukan. Alasannya, tidur usai sahur akan berpotensi kehilangan waktu shubuh sehingga berdampak meninggalkan shalat wajib tersebut. 

Selain itu, orang yang  tidur pagi-pagi, akan hilang keberkahannya baik dari segi ibadah, rejeki, dan kesehatan. 

Dalam agama Islam sendiri waktu pagi adalah waktu untuk semangat ibadah dan melaksanakan berbagai aktivitas harian. Ada sebuah sindiran Jawa berbunyi, “ojo turu isuk isuk rejekimu dipatok ayam”. Setujukah dengan ini?


Tips Agar Waktu Shubuh Tidak Hilang

Melansir dari laman masjidquwwatulislam.or.id, Selasa (17/3), tips agar supaya tidak terlambat shalat yang pertama, memasang alarm sebagai pengingat, baik melalui hp maupun jam. Kedua, ketika melihat jam, sudah masuk waktu shalat maka segera mengambil air wudhu. Harapannya, tidak tidur lagi dan kesiangan. 

Terakhir, memfokuskan kegiatan shalat terlebih dahulu, baru kemudian yang lainnya. Kelima, bersahabatlah dengan orang-orang yang disiplin dalam shalat. Wallahu a'lam bishawab.