Ayo Belanja di Plaza PKL Pogot Surabaya

plaza pkl pogot
Stan di Plaza PKL Pogot Surabaya

Rekomendasi belanja ria di Plaza PKL Pogot Surabaya yang berada di jalan Pogot, Kenjeran Surabaya. Salah satu alasan recommended karena pasar pogot, sebutan umum pada masanya, lengkap memenuhi kebutuhan belanja masyarakat pada umumnya.

Ibarat sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui. Di pasar Pogot tersebut terdapat banyak stan yang menjual berbagai kebutuhan seperti perabot rumah tangga, mainan bahan plastik, emas, seragam sekolah, tas, ikat pinggang, sandal, baju adat, sembako, dan sayuran.

Secara denah, lokasi Plaza PKL Pogot Surabaya berseberangan dengan SDN Tanah Kali Kedinding V/579. Lokasi pasar juga terbilang strategis karena berada tepat di samping jalan raya Pogot.

Pun pasar Pogot selalu ramai pengunjung dengan jam operasional pukul 06.00-12.00 dan 19.00-22.00 WIB, dikutip dari salah satu reels facebook @Citra Ayu Permatasari pada Kamis (23/4/2026).

Pasar Pogot terlihat modern, jauh dari kata kumuh. Plaza PKL Pogot Surabaya tertib dan teratur layaknya mall dan itu bisa dilihat dari lokasi stan yang bersih, nyaman, dan tertata. 

Berdasarkan pengamatan penulis, lokasi depan pasar sebagai tempat parkir dan di depannya lagi terdapat stan yang menjual aneka penyetan dan jajajan seperti terang bulan dan sebagainya. 

Parkiran Plaza PKL Pogot Surabaya sudah lama ada pembenahan sehingga kendaraan yang diparkir tidak terkena panas maupun hujan secara langsung.  

Sementara itu, sisi timur ada stan pasar khusus menjual kebutuhan untuk memasak misalnya aneka bumbu, sayur, gula, daging ayam, ikan, kelapa, dan sebagainya. 

Penulis pernah mendapati pengalaman berbelanja di stan baju adat, Kamis (23/4/2026). Saat itu belanja membeli jarik setelah sebelumnya pernah berbelanja jaket, blangkon, kaos, dan lain-lain. 

Penulis merekomendasi Plaza PKL Pogot Surabaya sebagai salah satu tempat belanja favorit memenuhi ketersediaan berbelanja. Notes aturan yang harus diperhatikan dan tercatat dalam info pasar yaitu tidak diperkenankan masuk bagi pengamen, pemulung, pengemis, dan peminta sumbangan.

Aturan tersebut diberlakukan tentu untuk keamanan dan kenyamanan bagi segenap para penjual maupun pembeli di Plaza PKL Pogot.

Siswa Belajar Cara Mengolah Hasil Laut

kampung nelayan kenjeran
Momen siswa belajar cara mengolah hasil laut menjadi kerupuk terung, Senin (13/4/2026)

Pada momen kali ini, penulis ingin menceritakan pengalaman seru yang didapat dari siswa-siswi sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya. 

Segenap siswa melaksanakan kegiatan outdoor di kampung nelayan dengan tema mengenal lingkungan sekitar pada Senin (13/4/2026). 


Dalam kegiatan tersebut siswa-siswi kelas 2 Dakon, Bakiak, dan Egrang belajar banyak dari para nelayan mulai dari mendapatkan hasil tangkapan laut hingga mengolahnya menjadi produk unggulan aneka krupuk dan camilan.

Berangkat dengan penuh suka cita, siswa antusias mendapatkan edukasi penting di lokasi yang berada di pesisir pantai Kenjeran tersebut.

Siswa mendapatkan pelajaran penting dari masyarakat setempat dalam hal pemanfaatan sumber daya alam berupa hasil tangkapan laut. Hingga mengolahnya menjadi sejumlah produk unggulan seperti kripik, krupuk, dan aneka camilan lainnya.

Salah satu tangkapan laut yang menjadi soroton dan menjadi pembelajaran adalah adalah terung. Salah seorang narasumber menjelaskan bahwa terung itu awalnya bentuknya bulat dan berwarna gelap. Terung akan mengecil setelah ditusuk-tusuk dan dibuang airnya, ditambah lagi diinjak-injak sampai keluar kotorannya hingga nampak berwarna putih. 


“Terung akan mengecil setelah diinjak-diinjak dan dibuang kotarannya. Lanjut terung akan mengeras,” kata salah satu narasumber.

Selanjutnya, proses pengambilan bagian-bagian terung yang  bisa dimanfaatkan misalnya telurnya yang bisa dijadikan bahan kripik maupun tambahan untuk makanan rawon yang identik dengan tekstur kenyal. Sementara untuk bagian giginya dibuang. Selanjutnya terdapat proses pengeringan dan penggorengan. 

Segenap siswa pun antusias mengamati cara memproduksi hasil tangkapan laut yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Lokasi pesisir menjadi saksi siswa melihat secara langsung mengolah terung mulai dari pembersihan, pembelahan ikan, pengeringan, penggorengan, hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi maupun dijual.

"Untuk bisa menghasilkan produk kerupuk terung memang tidak mudah, ada tahapan yang dilakukan.” Pungkas salah seorang narasumber saat membersamai para siswa.

Melalui kegiatan outdoor learning tersebut Siswa Belajar Cara Mengolah Hasil Laut, ustadzah Yuli berharap siswa dapat mensyukuri sumberdaya alam yang diberikan Allah SWT. Selain itu juga menjadi pembelajaran dan pengalaman mengolah hasil laut yang melimpah di laut hingga menjadi produk yang memiliki nilai konsumtif maupun benefit untuk dikonsumsi maupun dijual.