Kelas 2 Futsal Sekolah Kreatif 20, Ini daftar siswanya

MPLS SD Muhmmadiyah 20 Surabaya
Kelas 2 Futsal Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Tapel 2026/2027, Ini daftar siswanya

Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya tahun ajaran 2026/2027 menjadi momen paling mengesankan di tahun ajaran baru ini. Pasalnya, sekolah mengangkat tema MPLS berkenaan dengan momen up to date perayaan sepak bola dunia yaitu Fifa World Cup 2026.

Sekolah yang berlokasi di jalan Tembok Dukuh Butulan No. 7, sengaja mengangkat MPLS tema "MPLS Sekolah Kreatif 20 Mencetak Generasi Ramah dan berprestasi" tersebut untuk sejumlah tujuan.


Melansir dari laman sekolahkreatif20sby.sch.id, diangkatnya tema tersebut untuk menamkan nilai-nilai toleransi, menghargai keberagaman budaya, sportivitas, serta semangat berjuang meraih prestasi.

Sesuai dengan tema yang diangkat itu, nuansa sepakbola benar-benar terasa. Pihak panita mendirikan stage dengan latar Fifa World Cup bertulisan "2025 World Football Championship" untuk sambutan MPLS dan sejumlah agenda lainnya. Tak hanya itu, hiasan bendara dari berbagai dunia juga menghiasi halaman sekolah dan yang tak kalah penting segenap warga sekolah memakai Jersey sepak bola.

Tercatat, MPLS 2026 terselenggara selama 4 hari mulai dari tanggal 13  sampai 16 Juli 2026.


Penulis yang juga menjadi bagian dari warga sekolah juga menyambut hangat momen tahunan tersebut, apalagi di tahun 2026 membersamai siswa-siswi kelas 2 Futsal yang penuh semangat tersebut.

Kala momen MPLS berlangsung, siswa-siswi kelas 2 Futsal dibersamai oleh ustadzah Iim dan ustadz Sulhan mengabadikan momen kebahagiaan tersebut. Kami take foto bersama untuk dokumentasi sekaligus memenuhi aspek masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Agar tidak lupa di kemudian hari, penulis ingin mengabadikan daftar siswa-siswi kelas 2 Futsal tapel 2026/2027 sesuai yang ada di foto. Kelas 2 Futsal Sekolah Kreatif 20, Ini daftar siswanya berikut adalah daftarnya.

[Dari depan sebelah kiri] ada Nindi, Aira, Zizi, Ghania, Cila, Oshe, Delonix, Nasywa, Shanum. [Baris kedua dari kanan] ada Jojo, Aqlan, Kian, Hamdi, Rayyan, Uwais, Aqila, Andhira, [Baris ketiga dari kiri] ada Hamas, Ibny, Aiman, Amru, Abi, Reza, Rasyid, Daffa, Ibrahim, dan Presi.

Kami berharap, dalam membersamai siswa-siswi kelas 2 Futsal berjalan dengan baik, lancar, dan tentunya sesuai dengan harapan-harapan mulia untuk masa-masa depan yang lebih baik sesuai motto sekolah yaitu “Selalu Berusaha untuk Lebih Baik”.

Begini Rasanya Naik Gunung Bagi Pemula

gunung bokong
Momen kebersamaan dalam momen daki gunung Bokong 1.746 MDPL pada Ahad 5 Juli 2026

Menaiki sekaligus nge-camp di puncak gunung menjadi pengalaman baru bagi saya yang tidak mudah dilupakan. Pasalnya, banyak cerita yang mungkin tidak bisa semua dibagikan melalui blog tangteks ini.

Pada kesempatan ini, penulis ingin menceritakan sekelumit cerita maupun pengalaman mendaki gunung untuk pertama kalinya Begini Rasanya Naik Gunung Bagi Pemula benar-benar unforgettable.

Sejumlah rekan, memberikan apresiasi terhadap saya karena langsung mendaki gunung dengan 1.746 Mdpl gunung Bokong. Selain itu, menurut sebagian orang, ketinggian itu tidak cukup recommended dilalui terkhusus bagi pendaki pemula. 

Disarankan untuk menggapai gunung dengan ketinggian yang lebih rendah di bawah 1.500 Mdpl. Apa ada gunung dengan ketinggian di bawah 1.500 Mdpl?

Namun apa daya, penulis telah melaluinya dengan cukup baik tanpa ada rintangan yang begitu berarti. Untuk itu, saya mempunyai segudang cerita saya alami mulai dari keberangkatan hingga kepulangan balik ke kota Surabaya tercinta.


Perspektif bagi pendaki yang berpengalaman, menjadi nilai recommended jika mendaki gunung pada malam hari. Hal tersebut karena sejumlah alasan. Yuk, lanjut ceritanya begini rasanya naik gunung bagi pemula, seru tidak?

Sampai di lokasi pada malam hari dan menyibukkan diri memasangkan tenda, makan, dan lanjut istirahat. Paginya, bisa langsung melihat sunrise dengan sejuta keindahan alam yang menakjubkan.

Sebagian pengalaman saat mendaki gunung Bokong, penulis merasakan sensasi yang mengarah pada tantangan. Jujurly, ada kekhawatiran, bisakah sampai tujuan dengan mudah ataukah sebaliknya.

Bagi penulis, mendaki gunung Bokong pada malam hari itu membutuhkan ekstra perjuangan. Disamping hawanya yang dingin, langkah kaki yang menanjak itu membuat nafas terengah-engah apa lagi pendaki pemula seperti saya ini.

Penulis berfikir, pembiasaan mendaki akan menciptakan pendakian yang jauh lebih ringan dari sebelumnya.

Ditengah pendakian, sudah mulai menikmati citylight yang menakjubkan. Sampai dilokasi pun citylight masih menarik hati bagi penulis secara pribadi. Usai mendirikan tenda dan makan malam badan butuh istirahat cukup untuk memulihkan stamina untuk melanjutkan kegiatan keesokan harinya.

Hal yang menjadi pembelajaran adalah kekompakan tim untuk saling bahu membahu menuntaskan tantangan yang ada. 

Baru keesokan harinya itu, tiba bagi kami untuk menikmati pemandangan alam yang begitu indah.

Pagi awal, pengunjung gunung Bokong mulai kemeriek dengan suara-suaranya menikmati pemandangan dan memulai kegiatan pagi. Banyak pengunjung yang masak, sarapan, ngobrol bersama rekan, hingga berfoto ria dengan latar pemandangan gunung yang indah.

Selesai agenda itu, dilanjutkan berfoto bersama dan lanjut turun persiapan pulang.


Rupanya, effort tidak berhenti. Butuh stamina dan menjaga keseimbangan badan saat turun gunung Bokong. Debu yang ber-seliweran menjadi salah satu kendala bagi penulis. Namun tidak menyurutkan semangat untuk sampai ke bawah dan menuju pulang.

Penulis pribadi, ingin mengucapkan terimakasih kepada pak Yuli dan rekan lainnya karena tanpa kebaikan kalian itu, saya tidak mendapatkan pengalaman yang  unforgettable ini.

Bagi Anda yang minat untuk mendaki dengan fasilitas camp, baik personal maupun kelompok, bisa menghubungi pak Yuli melalui program Family fun camp di nomor O85336627858 (WA only).