Cerita Ngabuburit di Masjid Al Akbar Surabaya

Ngabuburit di Masjid Al Akbar Surabaya
Suasana di dalam Masjid Al Akbar Surabaya saat jamaah mengikuti ngaji Ngabuburit, Jum'at (6/3/2026) 

Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Setiap ibadah di bulan tersebut dicatat berkali-kali lipat dari bulan lainnya. Banyak umat Muslim berbondong-bondong meraih keberkahan di bulan penuh berkah tersebut. 

Setiap pekerjaan yang baik, walau tidur sekalipun memiliki nilai ibadah. Pun ibadah wajib dan sunnah lainnya. Banyak umat Muslim menghabiskan waktu untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan mereka niatkan untuk beribadah kepada Allah SWT, insyaallah pahala yang didapat berlimpah ruah.

Salah satu ibadah yang bisa dilakukan di bulan ramadhan adalah ngaji dan dalam hal ini penulis memiliki cerita seputar Pengalaman Ngaji Ngabuburit di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jum’at (6/3/2026). 

Ngaji ngabuburit (sendiri/pen) merupakan sebuah program mengaji ilmu keagamaan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap materi yang dijelaskan berdasarkan tema yang diangkat dan dijelaskan berdasarkan al qur’an dan sunnah.

Pengunjung yang datang cukup duduk dengan khidmat dan mendengarkan tausiyah dari narasumber yang ada. Program semacam ini telah lama diselenggarakan di masjid Nasional Al Akbar Surabaya tersebut.

Cerita seputar Ngaji Ngabuburit di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Sore hari sekitar ba'da shalat ashar program ngaji ngabuburit dimulai. Hal itu sesuai dengan flyer yang dibagikan instagram resmi milik yayasan masjid al akbar surabaya bernama “masjidalakbarsurabaya”.

Ngaji ngabuburit healing ramadhan 1447 h dimulai pukul 15.30 sampai 17.15 WIB  dengan tema "Mengejar sukses dunia dan akhirat".  Adapun narasumbernya saat itu adalah Dr. KH. Ilmulloh Sumarkhan, M.Ag bersama seorang host perempuan bernama Cita Helmy.

Kegiatan berlangsung penuh khidmat. Banyak masyarakat hadir pada kegiatan tersebut untuk menambah ilmu dan meniatkan diri untuk ibadah.

Keunikan Ngaji Ngabuburit di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya

Setiap jamaah yang hadir di masjid sebelum ngaji berakhir, oleh panitia diberikan takjil berupa kurma, nasi box, dan air mineral untuk berbuka puasa. Selain itu juga diberikan selembar kupon undian yang jika beruntung mendapatkan 1 unit motor Honda dan tanggal pengundiannya 27 ramadhan saat acara Lailatul Qiraah.  

Uniknya, di sela-sela ngaji ngabuburit, jamaah mendapatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumbernya. Dan bagi yang bertanya diberikan hadiah dari panitia dan langsung diberikan oleh host.

Beberapa poin materi yang penulis tangkap pada momen Ngaji Ngabuburit di Masjid Nasional Al Akbar tersebut antara lain cara membangun akhirat, dunia yang sifatnya sementara, transit setelah kehidupan dunia (alam barzah), dan hablumminallah wa hablumminannaas.

Fakta Masjid Luhur Adi Buana Surabaya

Fakta Masjid Luhur Adi Buana
Suasana Masjid Luhur Adi Buana Surabaya, Jum'at (6/03/2026)

Masjid yang sekarang ini nampak begitu megah dengan fasilitas lengkap. Ada ruang untuk laki-laki (ikhwan) dan ruang perempuan (akhwat). Pada kesepatan kali ini, ijinkan penulis berbagi cerita pada saat sebelum bangunan itu berdiri.

Dulu sekitar tahun 2013, lokasi masjid sedikit ke utara dari masjid yang sekarang. Ukuran masjid layaknya mushala kecil dan hanya bisa menampung puluhan jamaah saja. 

Cerita Awal Kuliah di universitas PGRI Adi Buana

Pada awal mendaftar kuliah, itu sekitar tahun 2013. Sebagai mahasiswa baru (maba), ada latihan yang disebut dengan LKMM Pra TD yaitu latihan keterampilan manajemen mahasiswa tingkat dasar. Program tersebut merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh segenap mahasiswa baru dari berbagai jurusan saat itu. 

Adapun tujuannya adalah untuk persiapan membentuk jiwa kepemimpinan, manajemen diri, serta mengasah kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, dan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Hastabrata Unipa Surabaya yang belum terbangun sempurna.

Saat itulah penulis mengetahui bangunan GOR termasuk masjid luhur yang sebelumnya. Penulis masuk di ruang GOR untuk tujuan pelatihan dan ruang masjid untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur dan ashar di masjid secara berjamaah.

Kampus Unipa yang beralamatkan Dukuh Menanggal XII tersebut merupakan salah gedung Universitas Adi Buana yang biasa dikenal sebagai kampus II, sementara kampus yang penulis tempati usai diterima berkuliah yaitu di kampus I yang beralamatkan di Ngagel Dadi III-B/37 Surabaya.

Cerita Saat Berkuliah di Universitas PGRI Adi Buana

Satu tahun berkuliah di kampus I Unipa, lalu pindah ke kampus II. Pada awal kuliah di sana, tak lama dari itu dibangunlah masjid yang belum penulis pahami nama masjidnya. Masjid yang layaknya mushalla itu dirubuhkan dan dibangun masjid baru yang kemudian dikenal dengan masjid Luhur Adi Buana Surabaya.

Awal-awal masjid berdiri, diberlakukan untuk jamaah perempuan semuanya di lantai atas sementara untuk laki-laki di bawah. 

Terbaru, Masjid Luhur Adi Buana Surabaya

Baru-baru ini, saat penulis mampir ke kampus untuk sekedar shalat Ashar, Jum’at (6/3), di lantai bawah sudah ada penyekatnya khusus untuk jamaah perempuan. Sehingga di lantai bawah tersebut bisa digunakan untuk jamaah laki dan jamaah perempuan.