Tanean Suramadu

Yuk jalan-jalan ke Madura… tidak perlu jauh-jauh, setelah menyeberangi Jembatan Suramadu dari arah Surabaya anda akan menjumpai wisata baru di sini yaitu Tanean Suramadu. Kata "Tanean" sendiri merupakan kosa kata dalam bahasa Madura. Sinonim dari kata tanean adalah serambi, beranda, halaman.

Tanean Suramadu
Gambar Tanean Suramadu
Berdasarkan nama diatas, nama ini sangat cocok karna berada di serambi Jembatan Suramadu bagian Pulau Madura. Tanean Suramadu sendiri merupakan objek wisata yang baru dan menarik untuk disinggahi berada di sisi kiri kalau dari arah Surabaya.

Kata Tanean Suramadu tertulis dengan menggunakan tembok atau ecoran dengan ukuran yang cukup besar, sangat bagus. Kalo dari arah Surabaya Tanean Suramadu berada di sebelah kiri. Pokoknya kalau udah keluar dari Jembatan Suramadu hanya sekitar 300 meter saja, baru kita akan menemukan Tanean Suramadu.


Disana kita akan melihat pemandangan yang sangat bagus, masih alami, masih sedikit sekali bangunan yang tetap disana. Dari Tanean Suramadu maju sedikit lagi, anda akan menemukan deretan Toko Souvenir yang panjang dengan bentuk dan dan bahan pembuatannya rata-rata sama. Toko ini berada di dua sisi yaitu sisi kiri dan kanan.


Ada banyak penjual yang menjajakannya barang dagangannya seperti Souvenir, macam-macam Kripik, Batik, Pakaian khas Madura, Jajanan, dan Minuman. Tempat ini sangat cocok bagi semua pengendara yang ingin menghilangkan rasa capeknya setelah panjang perjalanan apalagi nanti setelah Rest Area dan Tanean Suramadu resmi beroperasi.


Jika anda memasuki wilayah ini, berarti anda sudah berada di kawasan badan pengembangan wilayah Surabaya – Madura (BPWS). Untuk itu ada banyak titik tertentu yang bertuliskan larangan untuk mamakai atau memanfaatkan tanah tanpa ijin bahkan ada ancaman pidana bagi siapapun yang melanggar.


Untuk saat ini, kawasan ini masih dalam pembangunan, hanya saja sudah tampak bentuk pembangunan ini secara signifikan semoga cepat selesai ya dan bisa dinikmati bagi semua pengunjung nantinya.


Hal yang tampak dari pembangunan ini misalkan lengkapnya pembuatan gorong-gorong yang membentang panjang mulai dari pintu gerbang keluar jembatan Suramadu sampai lurus ke arah Madura. Ada juga selokan kecil yang terlihat dari atas yang pada akhirnya air bisa terbuang ke gorong-gorong.


Jika anda sampai di Madura, dataran tanah baik di sebelah kanan ataupun sebelah kiri terlihat meninggi mungkin dulu saat pembuatan jalan ini terhitung rumit karna dimungkinkan adanya pemerataan tanah dalam skala besar sehingga dataran tanah bisa dilalui semua jenis kendaraan bermotor seperti sekarang ini.


Di kawasan ini masih progress pembangunan seperti Rest Area sudah dalam tahapan finishing. Bangunan -bangunan ini nantinya dimungkinkan untuk pengunjung untuk beristirahat, shalat, makan, dan juga berbelanja oleh-oleh Khas Bangkalan maupun Jawa Timur berikut adalah Informasi yang aku dapatkan di banner di sekitar areal Rest Area yang masih ditutup itu.


Selain itu, ada tangga akses jalan bagi pejalan kaki (Pedestrian) yang kemungkinan diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin bersinggah dari rest area menuju ke Tanean Suramadu.


Di tengah-tengah Tanean Suramadu dan Rest Area, tak jauh dari Tanean Suramadu, ada akses jalan menuju Pasar Sukolilo ataupun menuju kearah Kwanyar, dan sekitarnya. Akses ini hanya diperuntukkan untuk kendaraan seperti motor dan mobil dan tidak diperuntukkan untuk truk kecuali truk yang berasal dari proyek untuk pembangunan Rest Area itu sendiri.


Saat anda ingin menggunakan akses jalan ini, diharapkan agar memperlambat kecepatan karna ada beberapa tikungan yang cukup tajam serta jalannya masih dalam renovasi.


Saat melintasi jalan ini anda akan dapat melihat kipas angin yang besar, mungkin kipas angin ini diperuntukkan untuk pembangkit listrik tapi yeah gak tau lagi. dan ada juga kantor bertuliskan Kantor SMKS Jembatan Suramadu di sebelah kanan jalan.


Semoga pembangunan rest area, Tanean Suramadu, akses jalannya cepat selesai sehingga ini bisa menjadi objek wisata baru dan menjadi wisata kebanggaan Surabaya-Madura. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...