7 Alasan Orang Nongkrong di Warkop

Di zaman milenial ini, workop (warung kopi) menjadi salah satu tempat favorit berbagai kalangan usia baik muda maupun tua. Berbagai macam alasan orang nongkrong di warkop itu, pengunjung tidak hanya sekedar mencicipi segelas kopi yang disajikan oleh pemilik ataupun petugas warkop.

Alasan Orang Nongkrong di Warkop
Foto Didik bersama teman-temannya saat di warkop (15/04/2020)
Bagi sebagian orang, ngopi menjadi bagian dari kehidupan mereka. Bahkan, ada kalimat ajakan seperti, “Jangan Biarkan Sibukmu Mengganggu Waktu Ngopimu,” kalimat itu mungkin mengarah pada orang dewasa karena kebanyakan yang muda-muda tidak suka kopi.

Faktanya, di warkop itu tidak hanya menyajikan kopi saja. Ada juga berbagai macam minuman lainnya seperti teh, susu jahe, nescafe, energen, dan lain-lain semua tersedia disana. Bisa pesan yang anget, dingin pun juga ada.


Lebih lanjut, saya pun meminta waktu kepada salah satu teman SMA saya. Namanya adalah Didik Haryono. Saya menanyakan beberapa pertanyaan terkait alasan orang nongkrong di warkop dan dia menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan sedikit panjang lebar.


“Nongkrong di warkop membuat pikiran saya jadi refresh. Bisa wifi an juga,” kata dia. Lelaki asal Sukolilo Barat, Labang, Bangkalan itu, merasa senang saat berada di warkop, “Di warkop aku bisa ngumpul sama teman-teman. Tapi kalau pas lagi gak ada teman, sendirian pun tak jadi masalah,” imbuhnya.


“Selain warkop mudah ditemukan di banyak tempat, biaya ke warkop terbilang murah yaitu berkisar antara Rp2000 sam Rp5000,” jelasnya. Selain itu, alumnus SMA N 1 Kwanyar itu juga memaparkan pendapatnya tentang peluang membuka usaha warkop.


“Kalau punya lahan sendiri sangat bagus, kalau tempat masih sewa / ngontrak ya rugi. Tapi tergantung sikonlah ramai tidaknya pengunjung” jelasnya.

Selain dari penjelasan yang dipaparkan oleh Didik, beberapa alasan berikut saya ambil dari sumber lain dan fakta sesuai apa yang dirasakan pada umumnya. Alhasil, saya merangkum 7 alasan orang nongkrong di warkop.

Pertama, harganya murah. Berbeda dengan cafe yang menyajikan minuman dengan harga yang dominan lebih mahal. Rata-rata untuk secangkir minuman minimal berkisar Rp15.000 sampai Rp25.000 bahkan lebih, tergantung apa yang dipesan.

Kedua, mudah ditemukan dimana-mana. Warkop menjadi salah satu bisnis yang cukup populer sejak kurang lebih 10 tahun lalu dan perkembangannya cukup pesat baik di pedesaan ataupun di perkotaan.


Ketiga, tempat yang pas buat merokok. Rata-rata tempat warkop menempati ruang terbuka dan sederhana sehingga sangat representative bagi pengunjung warkop untuk merokok ditambah hal ini menjadi bagian dari pelayanan.


Keempat, warkop sebagai tempat inspirasi. Tak jarang orang menemukan inspirasi dari warkop ini. Ada aja ide cemerlang yang muncul karena biasanya untuk memikirkan sesuatu butuh tempat yang nyaman dan tenang.

Kelima, tempat berkumpul. Banyak orang membicarakan banyak hal di warkop. Oleh sebab itu, tak jarang warkop dijadikan tempat pertemuan sederhana baik itu antar teman, antar bisnis, dan bahkan antar keluarga.

Keenam, tempat mendapatkan layanan wifi. dengan hanya bermodalkan secangkir minuman yang iya pesan, pengunjung terutama yang muda-muda bisa mendapatkan layanan wifi untuk keperluan ngegame ataupun ngenet di hp mereka masing-masing.

Ketujuh, numpang ngecas hp. tidak semua orang memiliki power bank yang biasa untuk ngecas hp. Terkadang ada saat ketika orang dalam perjalanan kemudian hp mereka lemah bateri maka salah satu cara alternatif adalah mereka datang ke warkop memesan minum dan ngecas hp.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...