Meriah, Penyelenggaran Maulid Nabi di Desa Tambak Agung

Penyelenggaran Maulid Nabi di Desa Tambak Agung

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Maulid nabi merupakan perayaan bagi umat muslim untuk menghormati lahirnya baginda rasul Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam. Penyelenggaraan mungkin berbeda-beda antara daerah dengan daerah lainnya. Kali ini, akan diceritakan penyelenggaran maulid nabi di desa Tambak Agung.

Berlokasi di desa Tambak Agung Tanah Merah Laok, Bangkalan, perayaan maulid nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa sallam cukup meriah. Pasalnya, penyelenggaraan dilakukan secara serentak di masjid Baitul Mukmin setempat pada 12 rabiul awal di setiap tahunnya.

Penyelenggaraan cukup meriah seperti yang terlihat pada perayaan Maulid nabi 1442 hijriyah, pada Kamis (29/10/2020) pagi hari sekitar jam 05.00 WIB. Ada setidaknya 90 masyarakat desa setempat berbondong-bondong datang ke masjid melakukan perayaan maulid nabi Muhammad dengan membacakan lantunan shalawat.

Berdurasi sekitar 1 jam-an, bacaan shalawat yang dimulai dari bacaan Diba’, Ya Nabi Salam ‘Alaika, Fi Hubbi Sayyidina Muhammad, dan lanjut dengan do’a dapat terselesaikan. Bacaan tersebut sangat umum dibacakan. Cukup sederhana tapi penuh dengan makna.

Dalam penyelenggaraan tersebut, ada setidaknya 3 spot masyarakat berkelompok. Ada di dalam, serambi, dan halaman masjid. Bagi para kiai, ustadz, sesepuh, jamaah shalawat, dan sejumlah masyarakat berada di dalam masjid. Sementara lainnya atau yang didominasi pemuda desa berada di serambi dan luar masjid.

Ditengah-tengah bacaan Ya Nabi Salam ‘alaika atau lebih sering dikenal dengan Syrakalan, ada momen yang cukup meriah dimana pengurus masjid telah menyediakan uang untuk dilemparkan ke udara dan diperebutkan masyarakat yang didominasi pemuda-pemuda desa atau istilah Maduranya det-ngodeten.

Tidak diketahui pasti nominal uang yang dianggarkan. Namun terlihat nominalnya cukup banyak. Ada uang receh dan juga nominal uang sebesar Rp2,000.00, Rp5,000.00, dan juga Rp10,000.00. Itu pun tidak hanya dari pengurus masjid saja namun juga masyarakat dermawan setempat.

Cukup meriah dan seru. Mengingatkan Saya waktu kecil dulu. Begitu uang dilempar, semua pada seru-seruan memperebutkan uang yang jatuh ke lantai masjid. Menyenggol tak sengaja pun menjadi hal biasa. Dapet atau tidak, bukan jadi masalah yang penting tetap senang dan bahagia.

Akibatnya, penyelenggaran maulid nabi di desa Tambak Agung selalu meriah.

Saat bacaan berikut dengan do’anya selesai, konsumsi berupa bua-buahan dan makanan ala lebaran pun tersaji disana. Semua konsumsi berasal dari masyarakat setempat dan dikolektif langsung dan biasanya para ibu-ibulah mengantarkannya ke masjid. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...