Bagus Mana Bicara atau Menulis

mana bicara atau menulis
Bagus Mana Bicara atau Menulis
 
Sebelum menjawab pertanyaan bagus mana bicara atau menulis, kira-kira masih ingat tidak dengan apa saja keterampilan berbahasa? Bagi Anda yang suka dengan ilmu berkaitan dengan literasi, maka pasti mudah untuk menjawabnya.

Kalau kita pernah belajar tentang maam-macam keterampilan berbahasa, maka sebenarnya keterampilan berbahasa itu ada 4 sesuai yang dilansir pada laman literasinusantara.com, Senin (28/6). Keterampilan bahasa tersebut adalah mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.

Proses Belajar Keterampilan Berbahasa

Keterampilan berbahasa sebenarnya kita pelajari dimulai sejak kecil hingga sekarang.  Saat kita masih kecil, kita diajari berbicara oleh orang tua kita lewat mendengarkan terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita bisa belajar bicara dengan cara menirukan.

Saat kita duduk di bangku sekolah, oleh guru kita diperkenalkan huruf untuk kita bisa menulis. Setelah bisa menulis, baru kita diajari membaca teks yang panjang sekaligus memahami teks yang telah dibaca. 

Dewasa ini, kita tidak jarang menjumpai orang yang keterampilan berbicaranya sangat luar biasa. Orang tersebut bisa presentasi, berpidato, dan bahkan berorasi di depan orang banyak dengan begitu gagahnya, bahasanya bagus, serta mudah dimengerti.

Selain itu, kita juga menjumpai banyak karya tulis orang-orang hebat berupa buku, skripsi, majalah, dan artikel berita baik elektronik dan nonelektronik. Artikel berita elektronik bisa berupa berita-berita yang tersaji di hp Android kita seperti di beranda google sementara ang nonelektronik mudah kita temukan di koran. Kira-kira, bagus mana bicara atau menulis?

Kategori dalam Keterampilan Berbahasa

Berdasarkan kategori dari 4 keterampilan berbahasa yang telah disebutkan di atas, mendengarkan dan membaca merupakan kategori reseptif. Artinya, keterampilan di mana seseorang menangkap atau memahami suatu informasi.

Sementara untuk keterampilan berbicara dan menulis merupakan kategori produktif. Artinya, keterampilan seseorang menyampaikan suatu informasi. Berdasarkan 2 kategori yang telah disebutkan, kategori produktif lebih tinggi secara level ketimbang kategori reseptif.

Nah, dari kategori produktif tersebut mana yang lebih menggambarkan diri Anda? Jawabnya sederhana, apakah anda lebih suka berbicara atau menulis? Yang bisa menjawab anda sendiri.

Umumnya, banyak orang yang keterampilannya lebih kepada bicara ketimbang menulis. Bagus mana bicara atau menulis? Banyak orang mengatakan, “Saya tidak bisa nulis,” pada hal public speaking mereka sangat bagus, bisa menjelaskan, menceritakan, hingga memaparkan gagasan dengan begitu apiknya.

Di sisi lain, ada banyak orang yang pendiam, jarang bicara, justru karya tulisannya lebih bagus, bisa menyampaikan gagasan dan bahkan bisa memovasi kepada para pembacanya.

Bagus Mana Bicara atau Menulis?

Bagus mana bicara atau menulis itu tergantung pada pendapat masing-masing yang jelas keduanya sudah bagus, sama-sama bisa menyampaikan gagasan. Menurut saya, memiliki keterampilan berbicara sebenarnya sudah langkah untuk mengemas bagimana bisa terampil dalam menulis. Belajar lagi tanda baca dan pemagrafan, dan lain-lain.

Sementara yang sudah terampil dalam menulis namun masih ada kendala dengan keterampilan berbicara, perlu ditingkatkan lagi belajar public speaking-nya dengan memenuhi segala aspeknya. Mari belajar terampil berbicara sekaligus menulis.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...