Jadilah Pahlawan di Rumah Sendiri

Pahlawan di Rumah Sendiri
Jadilah Pahlawan di Rumah Sendiri. Momen tebang pohon
di atas genteng sampai ke akar-akarnya.

Naluri menjaga rumah bagi seorang laki biasanya lebih tinggi ketimbang perempuan. Ini bukan tentang menjaga kebersihan dan kerapian rumah, tetapi lebih kepada keamanan. Setidaknya mencegah sesuatu yang dapat merugikan dan bahkan berdampak bahaya pada rumah. Jadilah pahlawan di rumah sendiri.

Sebagai seorang laki berjiwa keep terhadap rumah yang ditempati, wajiblah peduli akan keamanan rumah misalnya menjaga rumah dari kebocoran, rumah rembes, plafon jatuh, termasuk menjaga rumah tertimpa pohon besar yang mengakibatkan rumah ambrol dan bocor.

Agar kejadian-kejadian seperti di atas tidak terjadi, butuh usaha untuk mencegahnya seperti yang pernah saya lakukan beberapa waktu lalu pada Sabtu (05/11/22). Di atas genteng rumah saya, terdapat rumah bergedung tinggi. Gedung rumah saya dengan milik tetangga cukup berdempetan.

Yang tidak diharapkan dalam hal ini adalah pada pilar bangunan rumah milik tetangga ditumbuhi pohon besar sehingga menghawatirkan keamanan dan kenyamanan rumah. Sebab, sewaktu-waktu pohon besar itu bisa tumbang dan mengenai genteng rumah saya. Maka dalam hal ini saya ingin mengajak kaum laki untuk menjadi pahlawan di rumah sendiri.

Saya pun mengambil peralatan-peralatan untuk mengeksekusi pohon itu. Naik ke atas genteng rumah dan menebang pohon menggunakan alat seadanya seperti pisau besar, gergaji, palu, dan alat pemahat tembok. Alat seperti inilah yang saya punya dan sering pakai.

Berjalan pelan-pelan di atas talang dan genteng adalah cara yang saya lakukan. Meski dengan perasaan ketar ketir takut ambrol, Alhamdulillah, akhirnya saya sampai di pojok talang bagian belakang rumah dan saya pun menebang pohon itu, cabang demi cabang dan ranting-demi ranting. Semua saya kumpulkan untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Pada saat itu, mencabut sampai akar-akar pohon cukup dirasa sulit karena pohon masih hidup. Saya pun berfikir alangkah baiknya membiarkan akar itu mongering selama beberapa pekan agar nantinya mudah dicabut.

Menunggu selama kurang lebih 3 pekan itu akhirnya saya naik ke atap kembali mencabut bekas pohon sampai ke akar-akarnya. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu (26/11/22) sore hari. Alhamdulillah, akar pohon itu sudah mengering dan layu. warnanya pun semakin gelap.

Hal itu membuat saya mudah untuk mencabutnya menggunakan alat dan tenaga yang ada. Hingga akhirnya, pada hari itu juga, saya bisa mencabut dan mendokumentasikan momen tersebut sesuai dengan foto yang saya posting di artikel ini. Saya ingin memotivasi pada Anda khususnya para laki, “Jadilah Pahlawan di rumah sendiri,”.

2 comments:

Silahkan berkomentar...