Guna menyemarakkan HUT RI ke-80, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah menyelenggarakan sejumlah lomba di halaman sekolah setempat mulai hari Selasa-Jum’at (12-15/8/2025). Adapun lomba yang diadakan tahun ini antara lain tarik tambang, balap karung, bakiak, dan lomba ketangkasan lainnya.
Lomba-lomba yang diadakan membutuhkan konsentrasi, ketangkasan, kerja tim, dan kecepatan. Momen semarak kemerdekaan kali ini, terdapat lomba yang memberikan pengalaman dan nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lomba tersebut berupa lomba perang bantal, Rabu (13/8/2025).
Lomba perang bantal warnai semarak kemerdekaan RI yang Ke-80. Adapun pesertanya dari kalangan boys dari kelas kecil maupun besar dan jumlah peserta dibatasi masing-masing tim berjumlah 3.
“Panitia lomba memberikan sentuhan inovasi yang dapat menyemarakkan lomba Agustusan tersebut. “Kami panitia sengaja memberikan inovasi jenis lomba berbeda untuk menyemarakkan kegiatan ini,” kata ustadz Iir. Dia menambahkan bahwa perang bantal tersebut baru diadakan untuk membuat hati senang para peserta lomba.
Menurutnya ada sejumlah manfaat dari lomba tersebut, “Anak-anak yang ikut lomba, khususnya perang bantal ini meraka akan dilatih dari segi motorik. Manfaatnya, anak-anak akan diuji cara mengatur taktik dan keseimbangan sambil bergerak menjatuhkan lawannya,” jelasnya.
Lomba perang bantal memang memerlukan kesiapan mental sebab tidak hanya membutuhkan pertahanan, melainkan juga menyerang agar bisa memenangkan pertandingan.
Sementara itu, para supporter antusis mendukung tim kelasnya masing-masing. Atmasofer semangat mendukung sangat terasa di halaman Sekolah yang berjuluk Sekolah Kreatif tersebut. Lucunya, ada momen peserta bertanding mengundang gelak tawa sehingga semarak kemerdekaan dan perjuangan kemerdekaan semakin terasa.
Sementara itu, Atta yang tergabung sebagai peserta mengungkapkan rasa senang dan seru dengan adanya lomba tersebut, “Aku merasa senang sih dengan lomba ini. Lomba ini seru dan kalau yang kalah jatuhnya ke air,” katanya.
“Buat naklukin perlombaan ini cukup sulit, butuh keseimbangan. Buat bisa menang harus bisa mukul lawan dengan keras. Itupun tidak boleh kena kepala. Kalo sampai kebalik dan mau jatuh, hitungan ke sepuluh berarti gagal,”ungkapnya. Atta berharap perlombaan ini menjadi pengalaman berharga dan menjadi momentum untuk lebih baik kedepannya.

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar...