Lingkungan Terjaga, Jiwa Menjadi Tenang

Lingkungan Terjaga, Jiwa Menjadi Tenang
Lingkungan yang bersih dan terjaga bisa menjadi penyebab jiwa menjadi tenang.

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan suatu keharusan bagi setiap insan yang bertaqwa. Menjaga lingkungan bukan hanya sekedar mematuhi aturan belaka namun cerminan iman bagi setiap diri orang mukmin seperti disebutkan dalam sebuah hadist الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ yang artinya, Bersuci itu sebagian dari keimanan.” [HR. Muslim].

Menjaga lingkungan sama halnya menjaga diri dari lingkungan yang rusak dan kotor, menjaga kesucian, kesehatan, dan bahkan jiwa. Kondisi suatu lingkungan yang terjaga berdampak pada hal positif baik kaitannya dengan spiritual maupun psikologis. Dalam agama Islam, tidak dipisahkan antara ibadah dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.

Selain itu, menjaga lingkungan bukan hanya urusan fisik maupun sosial, tetapi juga bagian dari penghayatan iman dan juga ketenangan batin.
Bagi orang yang terbiasa hidup di lingkungan bersih, kemudian berada di lingkungan kotor maka pasti akan merasa risih dan tidak nyaman.
 
Sementara bagi yang terbiasa hidup di lingkungan yang kotor dan mula-mula berada di lingkungan bersih maka pasti akan terasa nyaman. 

Kekacauan pikiran sering disebabkan oleh lingkungan yang tidak terjaga. 
Hidup di lingkungan yang kotor bisa menjadi pemicu rasa cemas dan bahkan stres. Sebaliknya, lingkungan yang bersih, tertata, dan hijau memberikan efek menenangkan, meningkatkan mood, hingga mampu memperbaiki kemampuan konsentrasi.

Mari kita ingat, sedari kita bersekolah, kita sudah diajarkan oleh guru-guru kita untuk menjaga lingkungan seperti menyapu halaman rumah, menyiram tanaman, dan membuang sampah pada tempatnya pun di sekolah, kita dibiasakan menjaga kebersihan kelas, halaman sekolah, dan bahkan ada program memilah sampah. 

Banyak sekolah-sekolah yang telah menjalankan program gerakan menabung dengan pilah sampah, baik sampah botol plastik maupun kertas yang sudah tidak digunakan. Sampah kemudian dikumpulkan di sekolah, ditimbang, dan selanjutnya oleh petugas di kelola melalui salah satu 3 sistem utama pengelolaan sampah yang disebut 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Sungguh indah hidup di lingkungan yang bersih. Bumi harus kita jaga agar tetap lestari. Jangan sampai hutan dirusak tanpa ada pertanggungjawaban. Jangan sampai mengotori lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Pencemaran lingkungan hanya akan membuat lingkungan berbau, kotor, dan bahkan bencana. 

Allah SWT berfirman :

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ .

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf [7]: 56)

Berdasarkan ayat al qur’an, yang disebutkan di atas, secara jelas Allah melarang segala bentuk perusakan lingkungan. Limbah yang dibiarkan begitu saja, hanya akan merusak lingkungan dan bahkan menjadi pemicu bencana besar seperti banjir yang pernah terjadi di Sumatera pada awal tahun 2026. Kerugiannya, tidak hanya sekedar rumah, kendaraan, dan peternakan bahkan nyawa pun terhanyut oleh derasnya bencana banjir.

Sebagai penutup, mari kita menjaga lingkungan agar tetap lestari dan anak-anak karena dengan lingkungan yang terjaga, maka jiwa kita menjadi tenang.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...