Tidur Usai Sahur, Alamat Shubuh Hilang

Tidur Usai Sahur, Alamat Shubuh Hilang
Ilustrasi tidur usai sahur, dampaknya waktu shubuh hilang, "Heih! Don't Sleep After Sahur!" ilustrasi gambar pada Rabu (18/3/26)

Sahur menjadi salah satu kegiatan untuk sekedar makan minum sebelum berpuasa sehari penuh. Kegiatan sahur sangat dianjurkan, seperti dalam sabda Rasulullah SAW bahwa kegiatan sahur adalah diberkati, maka bersahurlah walau seteguk air.

Kegiatan tidur setelah sahur, nampaknya masih melekat di kalangan masyarakat. Bukan karena tidak boleh, akan tetapi berpotensi meninggalkan shalat shubuh. Ingin istirahat leye-leye setelah sahur, malah ketiduran. Alhasil, waktu shalat subuh jadi hilang.

Dalam kehidupan masyarakat kita, tidur usai sahur masih menjadi salah satu kendala. Dampaknya, kesiangan dan tidak shalat shubuh. 

Mari Niatkan dengan Kuat Mengerjakan Shalat Shubuh
Yang menjadi pokok memecahkan masalah adalah niat kuat untuk melaksanakan ibadah shalat shubuh. 

Penulis merangkum, terdapat sejumlah kemungkinan jika niat mengerjakan shalat shubuh usai sahur.

Pertama, tidak tidur menunggu waktu dan mengerjakan shalat shubuh

Kedua, bersantai atau pun tiduran yang berujung kesiangan. Saat terbangun dan masih ada waktu shubuh, maka langsung mengerjakan shalat. Namun saat terbangun dan kesiangan maka tetap mengerjakan shalat dengan perasaan tidak enak timbang ndak shalat, ‘kan?

Hukum mengerjakan shalat shubuh saat kesiangan tetap diperbolehkan dengan niat qadha (mengganti). Hal ini dilakukan tanpa ada unsur kesengajaan. Mudah-mudahan, Allah mengampuni dosa-dosa kita, amiin.

Ketiga, niat shalat shubuh yang kuat, tapi tidak mau mengerjakannya
Berdasarkan pengalaman semasa kecil, penulis pernah niat kuat mengerjakan shalat shubuh. Tetapi, saat membuka mata cahaya matahari sudah bersinar. Ada perasaan kecewa dan lalai pada diri sendiri sehingga memilih tidak mengerjakan shalat subuh karena takut dosa. Dan berkomitmen shalat shubuh keesokan harinya.

Hukum Tidur Usai Sahur
Hukum tidur sampai melewatkan waktu shubuh hukumnya adalah makruh. Artinya, lebih baik ditinggalkan dari pada dilakukan. Alasannya, tidur usai sahur akan berpotensi kehilangan waktu shubuh sehingga berdampak meninggalkan shalat wajib tersebut. 

Selain itu, orang yang  tidur pagi-pagi, akan hilang keberkahannya baik dari segi ibadah, rejeki, dan kesehatan. 

Dalam agama Islam sendiri waktu pagi adalah waktu untuk semangat ibadah dan melaksanakan berbagai aktivitas harian. Ada sebuah sindiran Jawa berbunyi, “ojo turu isuk isuk rejekimu dipatok ayam”. Setujukah dengan ini?

Tips Agar Waktu Shubuh Tidak Hilang
Melansir dari laman masjidquwwatulislam.or.id, Selasa (17/3), tips agar supaya tidak terlambat shalat yang pertama, memasang alarm sebagai pengingat, baik melalui hp maupun jam. Kedua, ketika melihat jam, sudah masuk waktu shalat maka segera mengambil air wudhu. Harapannya, tidak tidur lagi dan kesiangan. 

Terakhir, memfokuskan kegiatan shalat terlebih dahulu, baru kemudian yang lainnya. Kelima, bersahabatlah dengan orang-orang yang disiplin dalam shalat.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...