Suasana Perempatan Jalan Randu Surabaya

Suasana Perempatan Randu
Suasana Perempatan Jalan Randu Surabaya yang terlihat lengang pada pagi hari, Ahad (12/3/2026).

Perempatan jalan Randu sering kita dengar di telinga, khususnya warga yang tinggal di wilayah Surabaya utara dan sekitarnya. Perempatan jalan Randu ini cukup dikenal sebagai salah satu ancer-ancer menuju lokasi tujuan.


Misalnya, "Dimananya jalan Randu itu rumahmu?", "Ke lokasi lewati jalan Randu?", "Dalan Randu iku belok nang ndi?", dan “Ndine perapatan Randu iku?” Demikian sering kita dengar seputar pertanyaan masyarakat sebagai ancer jalan mengetahui lokasi tertentu.

Berdasarkan pengalaman berada di jalan Randu Surabaya pada malam hari, sekitar bulan Maret 2026, suasana jalan sangat ramai. Banyak kendaraan berlalu lalang menuju lokasi tujuan masing-masing. Kendaraan yang mendominasi adalah sepeda motor dan mobil.

Suasana padat merayap menjadi ciri khas di jalan tersebut khususnya pagi, sore, dan malam hari. Salah satu alasannya adalah Perempatan Jalan Randu sebagai jalan utama untuk tujuan lokasi penting lainnya di Surabaya utara tersebut. 

Misalnya, jalan Kedung Mangu menuju ke Tenggumung, Randu ke Bulak Banteng Kidul, Randu ke jalan Platuk, Kedung Mangu ke jalan Kedinding, dan sekitarnya. 

Maka tidak heran, perempatan Randu menjadi kawasan sibuk di hampir setiap waktunya. Lebih-lebih sebagai kawasan bisnis seperti adanya pertokoan, stan, dan sejumlah layanan maupun jasa lainnya. Misalnya, adanya layanan jahit, layanan pulsa, toko sembako, jasa perbaikan laptop, hingga stan yang menjual aneka jus buah.

Melihat sering terjadinya macet di Perapatan Randu, penulis berharap ada pelebaran jalan di kawasan tersebut. Utamanya, dari arah Randu ke Tenggumung dan Randu ke Bulak Banteng Kidul. Lainnya Alhamdulillah, sudah ada perbaikan jalan seperti jalan aspal sepanjang jalan Randu dan Kedung Mangu plus gorong-gorongnya.

Alhamdulillah, (saluran air/Pen) telah terpasang dengan baik box culvert sebagai bagian dari upaya Pemkot memperbaiki kondisi jalan yang tahun-tahun sebelumnya sering banjir saat musim hujan. 


Selanjutnya, suasana perempatan Randu menjadi suasana yang dirindukan. Misalnya, saat penulis mampir dan menikmati segelas jus buah. 

Adanya layanan itu menjadi daya tarik bagi siapa saja yang ingin menikmati segelas jus sambil menikmati pemandangan hiruk pikuknya berada di perempatan Kedung Mangu Surabaya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...