Melihat Benda Sejarah di Museum Surabaya

Kota Surabaya memiliki banyak benda bersejarah sehingga oleh pemerintah kota (Pemkot) benda-benda tersebut di simpan dengan baik di sebuah Museum. Salah satu benda-benda bersejarah yang disimpan di museum itu adalah Museum Surabaya.

Museum Surabaya terletak di jalan Tunjungan No. 1 Surabaya, tepatnya berada di Gedung Siola lantai dasar. Gedung ini diresmikan oleh wali kota Surabaya, Tri Rismaharini pada 3 Mei 2015 dan terbuka umum secara gratis. Banyak sekali warga Surabaya datang ke museum Surabaya untuk setiap harinya.


Selain hanya dijadikan sebuah museum, gedung itu juga ramai dikunjungi karna gedung siola sendiri oleh pemerintah juga dijadikan perkantoran Pemkot Surabaya seperti Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), dan lainnya.


Selain warga kota Surabaya mengurus beberapa keperluan, warga juga dengan mudah melihat benda sejarah di kota Surabaya di tempat gedung yang sama. Selain warga Surabaya, banyak juga wisatawan lokal atapun asing berkunjung ke museum Surabaya untuk sekedar melihat-lihat benda bersejarah itu.

Benda Sejarah di Museum Surabaya
Benda Sejarah di Museum Surabaya (02/07/2019)
Dengan adanya museum ini tentu diharapkan dapat memberikan edukasi dan pembelajaran tentang sejarah terutama sejarah tempo dulu yang kaitannya dengan kota Surbaya. Dalam hal ini tak terkecuali sejarah daripada gedung siola sendiri hingga nampak ampak seperti yang sekarang ini.

Gedung ini dulunya dijadikan pusat perdagangan dengan nama gedung dan pemerintahan yang berbeda pula. Awalnya pada masa Hindia Belanda, gedung ini bernamakan gedung Het Engelsche Warenhuis pada tahun 1877 dan berakhir 1935 karna mengalami kebangkrutan.


Dilanjutkan lagi pada era Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, gedung ini diduduki dan nama gedung pun diganti pula dengan nama Toko Chiyoda menjual beberapa keperluan seperti tas dan kopor namun berselang beberapa tahun saja, toko ini pun berakhir pada 1945 mengingat Jepang kalah dari sekutu.


Berlanjut ke cerita tentang gedung ini, Suatu hari ada seorang pengusaha mengontrak gedung ini dan dinamai gedung sioal, untuk dijadikan tempat grosir seperti mesin cuci, televisi, kulkas, dan lain-lain namun karna persaingan yang tinggi dengan mall lainnya di Surabaya, akhirnya gedung ini ditutup pada tahun 1998.

Benda Sejarah di Museum Surabaya
Benda Sejarah di Museum Surabaya (02/07/2019)
Perbaikan bangunan siola menjadi tangung jawab Pemkot Surabaya hingga diputuskannya gedung ini menjadi museum dan perkantoran Pemkot Surabaya. Jika melihat dari sisi museum sendiri, disana tersimpan banyak benda-benda bersejarah dan hal penting lainnya yang menjadi bagian dari kota Surabaya sejak jaman dahulu. 

Misal saja terpajangnya foto Wali Kota Surabaya mulai tahun 1916 ada pula jenis permainan jaman dulu, tempat belajar, peralatan sekolah, tempat perkakas, kendaraan jaman dulu, alat kesehatan, 9 buah brankas kuno untuk menyimpan uang dan dokumen penting, ada pawon yaitu sebutan dapur bagi orang jawa.


Selain itu, ada juga koleksi buku administrasi Surabaya yang pernah di pakai Surabaya tahun 192-1970, Baju SKPD Pemkot yang ada di SBY, Ada juga buku pencatat kependudukan seperi kelahiran dan perkawinan.


Pindah dan bergerser lagi ada pawon yaitu sebutan dapur bagi orang jawa  kayak nyata. Ada juga macam-macam makanan khas Surabaya seperti rujak cingur, lontong balap, tahu campur, dan semanggi, semuanya terlihat seperti nyata meski makanan itu hanya replika saja.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...