Kegiatan Asakak Bagi Petani Madura

Asakak merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh petani Madura. Kata “Asakak” diambil dari bahasa Madura, yang kalau Bahasa Indonesianya adalah membajak. Kata “Membajak” menurut laman tribunmanado.co.id, adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menggemburkan lahan pertanian sebelum masa tanam.


Asakak Bagi Petani Madura
Kegiatan Asakak. Foto diambil pada Jum'at (12/06/2020)
Di era yang semakin canggih ini, kita sebenarnya cukup mudah menemukan alat untuk membajak lahan, sebut saja mesin traktor. Namun, bagi petani Madura kegiatan asakak menggunakan alat tradisional pun masih mudah kita jumpai yakni  menggunakan tenaga sapi.

Seperti yang terlihat pada gambar di artikel ini,  petani Madura sedang asakak di suatu lahan pertanian dengan menggunakan alat tradisional plus juga 2 ekor sapi di barisan depan. Alat yang dibutuhkan sedikitnya ada 3 alat. Petani Madura menyebutnya nanggeleh, brungsok, dan pengonongan.


Untuk mengetahui alat-alat ini, masing-masing memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Untuk nanggeleh itu sebagai alat untuk pengumpul kekuatan yang diperoleh dari kekuatan sapi. Setelah alat ini tertarik maka baja tajam yang berada di bagian paling bawah akan mampu meleburkan tanah.


Untuk pengonongan, dipasang pada kedua leher sapi. Alat ini berfungsi sebagai alat penghubung antara sapi yang satu dengan sapi yang lainnya. Harapannya power yang dimiliki sapi menjadi satu kesatuan  sehingga mampu memperoleh tenaga sapi secara maksimal.


Untuk brungsok sebenarnya bisa dikatakan penting gak penting, akan penting jika tepi lahan pertaniannya ada banyak dedaunan dan bahkan makanan lainnya yang dapat mengurangi konsentrasi saat e angghui asakak.


Asakak bagi petani Madura biasa dilakukan sebanyak 2 kali. Saat memasuki musim penghujan,  para petani Madura mulai mempersiapkan kegiatan asakak. Cukup diguyuri beberapa kali hujan saja,  lahan pertanian biasanya sudah siap dieksekusi dengan cara e sakak.


Sakak yang pertama dilakukan untuk pengelupasan tanah sehingga tanah akan terlihat subur. Untuk yang kedua, siap ditanami benih sesuai apa yang dikehendaki seperti jagung, otok, artak, dan bahkan padi.


Pembagian saat melakukan kegiatan ini sedikitnya ada 2 orang dan fokus pada masing2 pekerjaan bede se asakak, bede se nanem. Rata-rata orang yang asakak akan berjalan lebih cepat daripada yang menanam. Untuk itu, tak jarang orang yang menanam lebih banyak dari orang se asakak.


Pengalaman yang paling mengesankan saat asakak bagi petani Madura adalah pada saat makan bersama-sama di lahan pertanian. Bagi mereka lahan pertanian bisa jadi kebun, talon, dan sabe. Waktu kecil Saya pernah melakukan kegiatan ini dan masih ingat hingga sekarang.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...