Seragam BKR Pasca Kemerdekaan

seragam BKR
Seragam BKR dengan Kepangkatan Letnan Muda/Letnan Pembantu

Setiap ada museum, pastilah menyimpan banyak koleksi untuk diperlihatkan atau pun dipertunjukkan. Sama halnya dengan salah satu museum yang ada di kota berjuluk Kota Pahlawan yaitu Museum 10 November. 

Museum yang berada di halaman Tugu Pahlawan Surabaya tersebut bisa dijadikan tempat untuk menambah pengetahuan sekaligus memperkuat wawasan berkenaan dengan sejarah pertempuran 10 Nopember tahun 1945 silam.

Secara umum, di lantai 1 museum 10 Nopember kita akan menjumpai sejumlah zona seperti zona Surabaya pada masa proklamasi, zona surabaya pasca proklamasi, diorama elektronik, zona masa dan pasca pertempuran surabaya.

Berkenaan dengan masa perjuangan, di lantai 1 tersebut ada sebuah contoh seragam BKR (Barisan Keamanan Rakyat) yang pernah dipakai pada zamannya. Seragam tersebut dipajang dengan menggunakan patung peraga (maneken). Berdiri tegap seperti seorang pejuang dengan ciri seragam lengkap dengan atributnya seperti peci, dan sepatu. 

Melansir dari laman apps.detik.com pada Kamis (20/7/2023), BKR memiliki tugas menjaga keamanan rakyat sehingga jika ditilik, BKR menjadi cikal bakal TNI (Tentara Nasional Indonesia) seperti yang sekarang kita kenal. 

Pada tahun 1945 yang notabene sebagai tahun kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, pertahanan untuk negara yang baru merdeka, tentulah sangat penting. Sehingga, BKR baru dibentuk setelah kemerdekaan. 

Pembentukan tentara Indonesia kala itu dianggap cukup beresiko karena Jepang masih menjajah Indonesia maka hanya berupa maklumat berupa pembentukan BKR. Tercatat, BKR dibentuk pada 22 Agustus 1945 dalam sidang PPKI. Selain itu, juga ada KNI dan PNI semua dibentuk dalam rangka wadah untuk perjuangan rakyat. 

Alhasil, bertepatan dengan tanggal 23 Agustus 1945, BKR diresmikan oleh Presiden Soekarno dengan menunjuk Arudji Kartawinata sebagai komandannya. BKR pun kemudian dibentuk di berbagai wilayah-wilayah.

Masing-masing wilayah sama-sama bertugas untuk menjaga keamanan rakyat. Selain itu juga ketambahan tugas berbeda misalnya di wilayah Malang ditugaskan menangkap utusan sekutu dan di Madiun ditugaskan pula melucuti persenjataan tentara Jepang. 

Benar saja, seiring waktu istilah BKR diubah menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945, kemudian diganti menjadi TKR dengan kepanjangan berbeda yaitu TKR (Tentara Keselamatan Rakyat) pada 7 Januari 1946.

Lebih lanjut, TKR diganti TRI (Tentara Republik Indonesia), pada 26 Januari 1946. Terakhir diresmikan adanya TNI (Tentara Nasional Indonesia) pada tanggal 3 Juni 1947. 

Untuk mengenal dan mengenang seragam yang pernah dipakai para pejuang yang tergabung dalam BKR, kita bisa melihatnya di Museum 10 Nopember. Seragam tersebut sama dengan yang digunakan tentara PETA setelah sebelumnya dibubarkan pada era penjajahan Jepang. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...