Pernahkah anda melihat busa putih di kali atau sungai? Jika belum, maka saya merekomendasi melihatnya secara langsung di salah satu pintu air di Surabaya bagian utara yang beralamatkan Jalan Tambak Wedi.
Fakta ada Busa di Pintu Air Tambak Wedi
Usut punya usut, di sungai yang tenang itu ada suatu pemandangan yang tak disangka-sangka yaitu pemandangan sungai yang penuh dengan busa. Busa yang berwarna putih pekat itu menutupi puluhan meter di area hilir sungai menuju selat Madura tersebut.
Hal itu terlihat, semakin tinggi aliran air yang datang, maka nampak semakin banyak busa yang terlihat.
Berdasarkan sejumlah sumber, adanya fenomena busa nampak seperti biasa di sejumlah sungai di Surabaya seperti sungai Kalisari, termasuk sungai di Tambak Wedi ini.
Asal muasal terciptanya busa di sungai tersebut dikarenakan adanya limbah cair keluarga misalnya penggunaan deterjen.
Cerita saya Melihat Busa di Pintu Air Tambak Wedi
Mengetahui ada busa di pintu sungai, tidaklah pertama kalinya bagi penulis. Beberapa kesempatan sebelumnya pernah menyaksikan ada busa di permukaan sungai yang putih pekat dan menebal itu. Pada awalnya, tidak terkira busa muncul kembali di permukaan air di titik yang sama, Sabtu sore (14/3).
Sepanjang sungai dipinggir jalan itu mulai dari jalan Bulak Banteng sampai area pintu air kali terlihat tenang. Saat itu nampak sungai tidak mengalir. Sejumlah sampah menghiasi sungai pertanda sungai dalam keadaan kotor.
Harapan penulis untuk Peduli Lingkungan
Berharap sungai bebas sampah, setidaknya airnya tidak keruh dan berbau. Perlu kita ingat, kebersihan sungai adalah tanggungjawab bersama.
Wahai para pembuang sampah ke sungai, jangan cemari sungai jika masih ingin menikmati lingkungan yang bersih. Kalau tidak bisa mengambil 1 sampah di sungai, setidaknya jangan membuang sampah sembarangan.
Pasalnya, membuang sampah sembarang 1 orang saja berdampak, apalagi jika dilakukan secara bersama-sama. 1 tekad membuang sampah pada tempatnya, akan menjadi gerakan yang bisa memberi dampak nyata terhadap lingkungan.
Pengingat untuk Saling Peduli Lingkungan
Jangan sekali-kali membuang walau 1 sampah ke sungai. Sebaiknya membuang sampah pada tempatnya. Jika ada sampah berserakan di bawah bak sampah, maka sebaiknya diambil dan meletakkannya di tong sampah karena dikhawatirkan masuk ke selokan air dan terhanyut ke sungai.
Sebagai upaya preventif, lihatlah selokan di depan rumah masing-masing dan jika ada sampah bersihkanlah. Program kerja bakti menjadi langkah minimal untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah.
Tidak terbayang, andai langkah ini dilakukan secara serentak dengan penuh komitmen serta kesadaran maka perubahan akan dicapai, sehingga lingkungan benar-benar menjadi bersih.
Reminder bagi Para Penerus Bangsa Peduli Lingkungan
Wahai adik-adik para penerus bangsa, khususnya para pelajar. Mari bersama-sama menjaga kebersihan seperti yang diajarkan di sekolah. Di sekolah bisa jadi sekedar teori, namun praktik sesungguhnya adalah di lingkungan tempat kita tinggal.
Pemerintah kabupaten/kota pasti telah berupaya pengolahan sampah dengan baik, tinggal masyarakatnya butuh kepatuhan dan kedisiplinan.

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar...