Kisah Umayyah bin Khalaf

Kisah Umayyah bin Khalaf
Kisah Umayyah bin Khalaf. Sumber gambar Youtube Channel @ Nas Islami, Sabtu (14/3/2026)

Seperti yang kita ketahui, tidak semua kaum quraisy mau ikut beriman kepada rasulullah meski beliau, rasulullah Muhammad SAW sendiri berasal dari kalangan kaum quraisy. 

Rasulullah menjadi suku quraisy melalui jalur keturunan yang disebut bani Hasyim Disebutkan dalam sejarah, kaum quraisy merupakan suku paling berpengaruh yang ada di kota Mekkah saat itu.

Hadirnya rasullulah dari kaum tersebut, tidak berarti mudah dalam menjalankan upaya mengajak agama Allah yang benar. Ada sebagian pemimpin quraisy dan keluarga membenci bahkan menantangnya. Simak Sosok Paman Nabi Muhammad SAW yang Sangat Benci Islam di link tersebut.

Salah satu contoh pimpinan quraisy yang membenci kaum muslimin saat itu adalah Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf. Mereka berdua tidak mau beriman kepada Allah dan rasulnya.

Adapun fokus kali ini adalah kisah Umayyah bin Khalaf

Ia dikenal sebagai tokoh yang tidak mau beriman, bahkan ia pembenci Islam kala itu. Ia dikenal sebagai orang suka mencela dan menghina, khususnya kepada kaum muslimin saat itu.

Kisah prediksi terbunuhnya Umayyah bin Khalaf. Prediksi terbunuhnya Umayyah bin Khalaf telah dikabarkan oleh rasulullah Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Adapun berita terbunuhnya Umayyah sampai ke orangnya sendiri melalui sahabat rasulullah bernama Saad bin Muadz.

Singkat cerita, Saad melakukan perjalanan dagang, dan melalui kota Mekkah. Kemudian terbesit di dalam hatinya untuk melakukan thawaf di ka'bah. Hal tersebut sulit dilakukan tanpa orang dalam. Kemudian ia mengirim surat kepada temannya bernama Umayyah bin Khalaf tersebut.

Saad bin Muadz adalah dari kaum muslimin Madinah, sementara Umayyah bin Khalaf pimpinan quraisy yang dholim. Walau beda keyakinan, saat itu masih berteman baik, sampai-sampai memberi rasa aman untuk sekedar bertamu dan melakukan thawaf. 

Tak berlangsung lama, usai ketahuan Saad bin Muadz berada di Mekkah, pimpinan quraisy lainnya bernama Abu Jahal melarangnya ke luar Mekkah dan bahkan mengancam membunuhnya. Saat itulah terjadi perseteruan terhadap pimpinan quraisy, termasuk Umayyah bin Khalaf yang menurut riwayat lebih condong membela Abu Jahal.

Di tengah-tengah perseteruan itu, Saad mengabarkan bahwa sebentar lagi Umayyah bin Khalaf akan dibunuh oleh kaum Muslimin. Singkat cerita, Umayyah bin Khalaf terbunuh dalam perang badar. Wallahu a’lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...