Masjid yang sekarang ini nampak begitu megah dengan fasilitas lengkap. Ada ruang untuk laki-laki (ikhwan) dan ruang perempuan (akhwat). Pada kesepatan kali ini, ijinkan penulis berbagi cerita pada saat sebelum bangunan itu berdiri.
Dulu sekitar tahun 2013, lokasi masjid sedikit ke utara dari masjid yang sekarang. Ukuran masjid layaknya mushala kecil dan hanya bisa menampung puluhan jamaah saja.
Cerita Awal Kuliah di universitas PGRI Adi Buana
Pada awal mendaftar kuliah, itu sekitar tahun 2013. Sebagai mahasiswa baru (maba), ada latihan yang disebut dengan LKMM Pra TD yaitu latihan keterampilan manajemen mahasiswa tingkat dasar. Program tersebut merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh segenap mahasiswa baru dari berbagai jurusan saat itu.
Adapun tujuannya adalah untuk persiapan membentuk jiwa kepemimpinan, manajemen diri, serta mengasah kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, dan lainnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Hastabrata Unipa Surabaya yang belum terbangun sempurna.
Saat itulah penulis mengetahui bangunan GOR termasuk masjid luhur yang sebelumnya. Penulis masuk di ruang GOR untuk tujuan pelatihan dan ruang masjid untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur dan ashar di masjid secara berjamaah.
Kampus Unipa yang beralamatkan Dukuh Menanggal XII tersebut merupakan salah gedung Universitas Adi Buana yang biasa dikenal sebagai kampus II, sementara kampus yang penulis tempati usai diterima berkuliah yaitu di kampus I yang beralamatkan di Ngagel Dadi III-B/37 Surabaya.
Cerita Saat Berkuliah di Universitas PGRI Adi Buana
Satu tahun berkuliah di kampus I Unipa, lalu pindah ke kampus II. Pada awal kuliah di sana, tak lama dari itu dibangunlah masjid yang belum penulis pahami nama masjidnya. Masjid yang layaknya mushalla itu dirubuhkan dan dibangun masjid baru yang kemudian dikenal dengan masjid Luhur Adi Buana Surabaya.
Awal-awal masjid berdiri, diberlakukan untuk jamaah perempuan semuanya di lantai atas sementara untuk laki-laki di bawah.
Terbaru, Masjid Luhur Adi Buana Surabaya
Baru-baru ini, saat penulis mampir ke kampus untuk sekedar shalat Ashar, Jum’at (6/3), di lantai bawah sudah ada penyekatnya khusus untuk jamaah perempuan. Sehingga di lantai bawah tersebut bisa digunakan untuk jamaah laki dan jamaah perempuan.

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar...