Melihat karya orang lain bisa menjadi salah satu referensi sekaligus inspirasi bagi yang menyukainya. Tempat karya yang dipajang maupun dipamerkan sering hadir di tempat-tempat umum, termasuk di gedung Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur.
Taman Budaya Jawa Timur berlokasi di jalan Gentengkali No. 85 Surabaya.
Pameran berupa lukisan di Gedung Galeri Prabangkara kali ini mengusung tema "Jaman Semono", 3-10 Mei 2026. Penulis mendapati pengalaman berkunjung pada hari Jum'at (8/5) usai mengetahui flyer yang dibagikan di instagram @cak_durasim.
Di gedung tersebut, (saat itu/pen) bisa melihat langsung sejumlah karya seni rupa dari para seniman profesional antara lain Gimen, Nyoman, Admadi Mulya, Agung, Tomo, Helmy, Aning, Uuk, Irawan, Anggi Heru, Choy, Budi Ipeng, Liyu Purin, dan Herman.
Selama pameran dibuka, pengunjung bisa melihat kaya seni yang bagus sesuai tema jaman semono antara lain berjudul revolusi jiwa, payung, Jhokok Garreng, dan lain-lain.
Semua karya masing-masing dilengkapi dengan nama, judul, media, dan ukuran karya. Tak hanya topik yang beragam, media yang digunakan pun beragam. Ada yang menggunakan pensil, cat akrilyk, bulpoin, cat air, tinta cina, dan lain-lain.
Semua terpampang di dinding gedung pameran laintai 2 tersebut. Pengunjung bisa melakukan selfie dengan latar karya seni rupa tersebut.
Berdasarkan pengalaman berkunjung, masuk ke halaman taman budaya, pengunjung wajib memarkirkan kendaraan sesuai arahan petugas parkir. Di bagian depan halaman terdapat pos satpam bertuliskan “Tamu Harap Lapor”.
Karena saya mendapatkan arahan dari petugas parkir, saya pun menuju lokasi tanpa ada teguran. Terbesit di pikiran wajib lapor jika berkepentingan mengunjung gedung lainnya di taman Budaya Jawa Timur tersebut.
Di pintu masuk pengunjung dipersilahkan untuk mengisi buku tamu dan dipersilahkan naik ke lantai 2. Terdapat 2 ruangan di gedung Galeri Prabangkara tersebut dan keduanya digunakan sebagai ruang pameran.
Salah satu yang paling terinspirasi bagi penulis adalah karya berupa gambar ikan. Judul karya adalah “Jhokok Garrang”. Dari segi bahasa, penulis mencurigai istilah “Jhokok Garrang” berasal dari Madura. Jhokok berarti ikan dan Garreng artinya nama ikan yang jika dimakan rasanya asin. Koreksi penulis jika salah ya!.
Banyak pengunjung yang selfie dengan latar lukisan tersebut.
Penulis pun tidak menyia-nyiakan waktu untuk dokumentasi. Selanjutnya penulis menghampiri salah satu pengunjung dan meminta tolong untuk difotokan. Alhasil, salah satu foto yang didapat itu diposting di cerita berjudul " Pameran Lukisan di Gedung Galeri Prabangkara” ini.

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar...