Begini Cara Mengasuh Anak dengan Benar

Begini Cara Mengasuh Anak
Ibu Elly saat menyampaikan materi seminar parenting di Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Ahad (14/5/2025) 

Sekolah kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menggelar seminar parenting di Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya dengan tema "Gadget dan Anak: Menemukan Harmoni dalam Pengasuhan", Ahad (14/5/2026).

Kegiatan diadakan pihak sekolah bersama komite Kreatif 20 terbuka untuk umum. Kegiatan tersebut juga didukung oleh BSI (Bank Syariah Indonesia). 

Pada momen seminar kali ini, pihak panitia menghadirkan pakar bertaraf nasional antara lain pakar anak dan psikologi Indonesia yakni praktisi, Bapak Risman Musa dan Ibu Elly Risman yang selaku pakar parenting.

Ibu Elly menegaskan dalam mendidik anak harus malalui cara dan komunikasi yang baik serta mendidik dengan hati yang tulus.  Berkat ilmu yang didapat itu, mereka besar harapan untuk berbagi kepada segenap audience untuk mempraktikkan bersama agar anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik. 

“Ilmu adalah titipan Allah, maka jangan sombong dengannya,” katanya.
Saat anak dalam kondisi apapun, sebaiknya orang tua tetap legowo, senyum, dan ajak komunikasi. “Ajak bicara, peluk, dan beri apresiasi kepada mereka,” ajaknya.

Dalam pemaparannya, ibu Elly menekankan bahwa dalam pola pengasuhan yang utama adalah ngomong. Sebagai orang tua, perlu untuk saling mengenali dan memahami pasangan, terutama anak. Mereka tumbuh dan berkembang dengan begitu unik.

 “Untuk itu, pertahankan lingkungan keluarga yang hangat. Hindari mendidik anak dengan membentak dan marah-marah. Jika selama ini demikian, maka patut untuk diperbaiki,” jelasnya. 

Dia sering menemukan suasana orang tua berbicara kepada anaknya dengan ngomong buru-buru, nada bicara tinggi, dan penuh emosi. Hal tersebut menjadi dampak negatif. “Bapak Ibu, kebiasaan-kebiasaan tersebut sering dilakukan dan berdampak pada pola pengasuhan anak,” tegasnya.

Menurutnya, saat anak emosi, orang tua perlu mengajak komunikasi misalnya "Kamu sedih? Mengapa kamu sedih? apa yang kamu inginkan?" dan sebagainya. Hal tersebut bisa menekankan emosi anak yang bergejolak sehingga emosinya bisa teralihkan.

Sebaliknya, sebagai orang tua tidak boleh melontarkan kata-kata dan mencap anak sebagai anak yang tertentu misalnya kamu ini bodoh? Anak nakal, dan sebagainya. Juga tidak boleh membanding-bandingkan dengan anak lainnya karena itu bisa mengurangi kantong jiwa yang bisa berakibatkan anak menjadi pasif dan tidak PD.

Terakhir, dalam kaitannya gadget, anak perlu diedukasi tentang dampak pornografi karena yang fatal adalah bisa merusak cara kerja otak.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...