![]() |
| Peringatan Maulid nabi Muhammad yang ke-1448 h di SD Muhammadiyah 20 dimeriahkan oleh salah seorang pengkisah, ustadzah Puput bersama boneka Aiz, Senin (31/8/2026). |
Dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW, sekolah kreatif SD Muhammadiyah 20 Surabaya menggelar sejumlah agenda Islami guna memperkenalkan rasul yang mulia sekaligus mencintai tauladan nabi Muhammad SAW kepada segenap murid, Senin (31/8/2026).
Kegiatan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kecil dan kelompok besar. Kelompok kecil kegiatan intinya yaitu berkisah sementara kelompok besar nobar tentang Nabi Muhammad teladan kepemimpinan sejati.
Dongeng untuk kelas kecil dihadiri pendongeng profesional, ustadzah Puput bersama boneka Aiz.
Awal penyampaian kisah melalui dongeng tersebut disampaikan biografi nabi Muhammad melalui lagu yang dinyayikan bersama-sama bahwa Abi nabi Muhammad adalah Abdullah, ibundanya Siti Aminah, istrinya Siti khadijah dan anaknya siti fatimah.
Berdasarkan sejarahnya, dahulu kala, ada peristiwa besar berkaitan dengan ka’bah. Pada sekitar tahun 605 masehi, sebelum nabi muhammad diutus menjadi rasul, ka’bah mengalami renovasi besar-besaran akibat dinding ka’bah yang retak.
Sampai ka’bah terbangun dengan baik, terjadi keributan dari kalangan kabilah Arab. Mereka mempermasalahkan peletakan batu hajar aswad (batu hitam) pada tempatnya. Mereka menilai siapa yang layak maka termasuk kabilah yang mendapatkan kehormatan di sukunya.
Adapun Kabilah terbesar saat itu antara lain Bani Qushai, Adi, Abdud Dar, dan Lainnya.
Keributan terjadi berhari-hari hingga akhirnya salah sorang sahabat mengusulkan yang berhak meletakkan batu adalah yang pertama kali masuk masjid ini. Saat itu semua orang menerka-nerka siapa yang masuk masjid tersebut.
Tiba-tiba yang masuk Al Amin (orang yang dapat dipercaya) dan itu merujuk pada nama yang mulia yaitu rasulullah Muhammad SAW. Semua orang setuju karena Muhammad saat itu terbilang orang yang bijaksana dan dapat dipercaya.
Singkat cerita Muhammad membentangkan sehelai kain besar, dimana di tengahnya ada hajar aswad. Tiap kabilah diminta utk memegang ujung selendang dan nabi pun meletakkan ke tempat semula. Sikap tersebut dinilai sikap yang bijaksana dari seorang nama mulia yaitu Muhammad. Sikap yang ditunjukkannya terhindar dari pertikaian dan pertumpahan darah serta menerapkan nilai-nilai persatuan.
Baca juga: Peringataan Maulid di Kabupaten Bangkalan
Ais, salah seorang siswi mengungkapkan rasa senangnya
terkait kegiatan ini. Da mendapatkan pembelajaran seputar sejarah nabi Muhammad
dan meneladaninya untuk bersikap jujur dan bijaksana. “Aku senang kegiatan ini,
ada dongengnya. Pendongeng pun seru. Aku dapet pembelajaran misalnya sejarah
nabi dan lain-lain,” katanya
“Dan yang paling aku ingat itu perebutan hajar aswad”
tambahnya.

No comments:
Post a Comment
Silahkan berkomentar...