Begini Tarawih di Masjid Sunan Ampel Saat Pandemi

Shalat  tarawih merupakan amalan baik untuk dilakukan bagi umat Islam saat  di bulan ramadhan. Jauh sebelum adanya pandemi covid-19, Wisata Religi Sunan Ampel itu sangat ramai dikunjungi. Namun, begini shalat tarawih di Masjid Sunan Ampel saat pandemi.

Tarawih di Masjid Sunan Ampel Saat Pandemi
Foto di dalam Masjid Sunan Ampel Surabaya Saat Jama'ah 
Tengah Mengerjakan Ibadah Shalat Tarawih (08/05/2020).

Memasuki hari ke-16 di bulan ramadhan 1441 H ini atau tanggalan umumnya adalah Jum’at (08/05/2020), merupakan kesempatan baik saya melakukan tarawih di Masjid Sunan Ampel yang berada di Jl. Petukangan I, Ampel, Semampir, Surabaya.

Berdasarkan pengalaman Saya, saat itu situasi di Masjid Sunan Ampel itu berbeda dengan bulan suci ramadhan yang sebelum-sebelumnya mungkin diakibatkan oleh pandemi covid-19 yang sedang merebak di masyarakat secara global.


Berangkat dari rumah, Saya pun sebenarnya agak ragu apakah Masjid Sunan Ampel buka atau tidak mengingat banyak masjid yang tidak buka karena khawatir penyebaran covid-19 semakin meluas. Namun, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat.


Berbekal dengan kendaraan sepeda motor, saya pun menuju lokasi. Sampai, di parkiran motor, Saya pun memarkirkan kendaraan Saya dengan segera. Lalu Saya bertanya kepada tukang parkir “Pak, Masjid Ampelnya buka?” tanyaku. “Iya Mas, buka,” jawab tukang parkir itu dengan santai.


Mendengar itu, saya pun merasakan sedikit lega dan senang. Saya pun dikasih kartu parkir dan diminta untuk membayar jasa parkir sebesar Rp5.000,00. Biaya parkir di bulan puasa memang sedikit mahal dengan selisih antara Rp1.000,00 sampai Rp2.000,00 saja.


Menyusuri gang menuju masjid, memang betul nampak berbeda dengan situasi sebelumnya. Terlihat sepi pengunjung bahkan para pedagang disana sebagian tutup akibat pandemi Corona Virus disease 2019 (covid-19) itu.


Sampai disana sekitar jam 18.35 WIB. Saya pun melihat ada selebaran himbauan kepada jemaah agar saat melakukan ibadah tetap menjaga jarak minimal 1 meter. beberapa detik kemudian Saya langsung melakukan shalat i’tikaf.


Sembari menunggu waktu isya’, Saya mendengarkan bacaan rutinan yang dilakukan oleh jemaah Masjid Sunan Ampel. Bacaannya cukup bervariatif dan dibaca secara berulang-ulang.


Lantunannya pada bacaan itu sangat enak didengar. Jujur, Saya menyukai bacaan-bacaan itu. Kalau ditanya seperti apa bacaannya Saya ingat-ingat lupa tapi yang paling saya ingat bacaannya itu adalah dzikir taubatan nasuha yang berbunyi :


Astaghfirullah Robbal Baroya

Astaghfirullah Minal Khataya

Setelah bacaan itu selesai, lanjut dengan dilangsungkan adzan dengan suara khas Ampel. lalu shalat qobliyah isya’ berikut shalat isya’ dan  berjemaah. Dalam penyelenggaraan tarawih di Masjid Sunan Ampel Saat Pandemi itu ada keunikan tersendiri.


Keunikan itu misalnya adanya sujud tilawah dan rotasi imam yang melibatkan 3 orang dimana dalam hal ini mereka melakukannya secara bergantian dengan rincian shalat isya’ dan shalat witir, imamnya 1 orang yang sama sementara untuk shalat tarawih yang jumlahnya 20 rokaat itu imamnya 2 orang.


Selain itu, ada 1 hal membuat saya tersentuh dalam shalat tarawih itu adalah salah seorang imam melantunkan bacaan ayat kitab suci Alqur’an seperti nada suara imam Mahir Al Muaiqly, adalah seorang imam besar Masjidil Haram yang kebetulan menjadi idola Saya.

Hal itu membuat saya semakin khusyu’ melakukan shalat tarawih disana. Selesai shalat tarawih saat itu sekitar jam 21.15 WIB lalu saya pun pulang dengan selamat. Saya berharap saya bisa shalat tarawih di Masjid Sunan Ampel lagi dalam waktu yang dekat.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...