Kejadian Tak Terduga pada Kehamilan Pertama

Memiliki seorang anak tentu menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Tak terkecuali kami, Tahar dan Santi. Usaha untuk mengetahui perkembangan kehamilan kami lakukan. Namun apa daya, kejadian tak terduga pada kehamilan pertama istri saya itu membuat kami mengalami kesedihan yang mendalam.
 
Kejadian Tak Terduga pada Kehamilan Pertama
Foto istri saat berada di RSIA 
Pura Raharja (06/05/2020)
Peristiwa yang tidak diinginkan seperti keguguran saat hamil muda mungkin pernah dirasakan oleh sebagian orang tua. Sama halnya dengan apa yang istri saya alami pada hari Rabu (06/05/2020), dini hari pukul 01.30 WIB. 

Peristiwa keguguran istri saya terjadi di usia kandungan 12 Minggu merupakan kuasa Allah dimana mungkin kami belum dipercaya sebagai orang tua pada kehamilan pertama itu

Disini saya bercerita mulai dari sebelum diketahuinya istri saya hamil sampai mengalami peristiwa kejadian tak terduga pada kehamilan pertama istri saya.

Awal mula yang dirasakan istri adalah mengalami keterlambatan haid, pusing, mual, dan terasa lemas. Lalu ia melakukan tes  kehamilan menggunakan testpack. Alhamdulillah hasilnya bergaris 2 yang artinya adalah positif. 

Untuk mengetahui keakuratan tes itu, selang beberapa hari dari tes itu, kami pun memeriksakan ke puskesmas terdekat. Hasilnya, dokter puskesmas itu menyarankan untuk dilakukan USG agar mengetahui lebih jelas antara positif hamil dan tidak.

Tepat pada hari kamis, 2 April 2020, kami pergi ke klinik Sahabat Medika Surabaya. “Selamat! usia kandungannya memasuki usia kandungan 6 Minggu,” Jelas dokter  Agung Sunarko Putra, Sp.OG di ruangan pemeriksaan itu. 

Mendengar itu, kami pun merasa sangat senang dan bahagia. Lebih lanjut, Saya bertanya “Lalu, Bagaimana kondisi janinnya, dokter?” tanyaku pada dokter itu. Ia menjelaskan bahwa kondisi janin yang ada di dalam perut istri sehat dan baik-baik saja.

Kemudian, selang 4 Minggu dari pemeriksaan pertama itu, istri saya mengalami nyeri perut yang sangat dan bahkan keluar flek darah pada pagi hari, Selasa (05/05/2020). Akhirnya, kami berencana datang ke dr. Agung lagi pada sore harinya. Sayangnya, pada hari itu ia sedang tidak melakukan praktik. 

Akibat rasa nyeri yang dirasakan istri saya yang terus menerus, akhirnya kami pun mencari jalan alternatif lain menemukan klinik terdekat. Alhasil, kami menemukannya di klinik Praktek dr. Indra PK. Sp.OG. yang beralamatkan di jalan Raya Menur  No. 15 Surabaya.

Dokter yang menangani saat itu adalah dr. Ananda, Sp.OG. Setelah dilakukan pemeriksaan, Ia mengatakan janin yang ada di dalam rahim istri saya tidak berkembang dan juga tidak ditemukan detak jantung dalam usia kandungan 12 Minggu itu.

Sementara, mesin USG menunjukkan seperti masih 8 Minggu.Kemudian ia menyarankan agar dilakukan kuret di rumah sakit terdekat yakni RSIA Pura Raharja Surabaya.

Informasi yang kami dapatkan dari dokter terkait dengan kehamilan istri saya membuat kami percaya tidak percaya. Pada pertengahan malam kami melakukan Tahajud meminta petunjuk apa yang harus dilakukan. 

Setelah dari shalat itu, nyeri perut istri semakin meningkat. Tepat pada pukul 01.30 istri ke kamar mandi untuk buang air kecl. kejadian tak terduga pada kehamilan pertama istri saya terjadi. Tiba-tiba keluar segumpalan darah di lantai kamar mandi.

Kami sekeluarga meyakini bahwa itu adalah janin. Kami pun memutuskan membungkus janin itu dengan dilapisi kain putih. Berdasarkan musyawarah, kami pun memutuskan mengubur anak kami, Nurullah bin Ahmad Muntaha di pemakaman Desa Tambak Agung Tanah Merah Laok Bangkalan.

Peristiwa pendarahan yang secara terus menerus, kami memutuskan membawanya ke rumah sakit sesuai rekomendasi dr. Ananda yang sehari sebelumnya memeriksa istri saya. Disana istri saya mendapatkan penanganan dengan baik dan proses tindakan kuret yang dilakukan Rabu (06/05/2020) jam 14.00 itu berjalan dengan lancar.

Dari peristiwa itu, kami meyakini itu merupakan jalan terbaik dari Allah. dan insyaAllah ke depannya kami tetap ikhtiar dan berdo’a agar dipercayai oleh Allah memiliki anak di lain kesempatan.   

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...