Bangga Jadi Orang Madura

Orang Madura
Bangga Jadi Orang Madura

Sepintas mungkin sebagian Anda yang membaca tulisan sederhana ini, akan menjawab orang Madura itu yakin dan gigih dalam bekerja. Nampaknya memang betul, sejauh saya mengamati, tidak sedikit orang asli Madura banyak yang merantau. Mereka gigih bekerja sesuai bidangnya masing-masing. 

Di balik kesuksesannya itu, ada sisi-sisi positif dan bahkan melekat pada diri orang Madura. Kira-kira, dari sisi apa cara menilainya? Apa yang bisa dibanggakan dari orang Madura? Simak selengkapnya di bawah ini.

Pertama, Bisa Berbagai Bahasa
Secara realitas, keingintahuan orang Madura terhadap suatu bahasa, terbilang cukup baik. Dimana pun orang Madura tinggal, mereka akan senantiasa melestarikan bahasa setempat dengan cara tidak malu untuk berkomonikasi, khususnya warga setempat.

Kedua, Pergi Ke Tanah Suci, Salah Satu Misi Hidup
Pergi dan menunaikan ibadah ke tanah suci, nampak seperti tujuan akhir dari kehidupan. Bekerja, selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga rumah menjadi salah satu impian lainnya. Di titik terakhir dari segala tujuannya itu adalah berikhtiar dan berdo’a agar bisa berangkat ke tanah suci, baik umrah maupun haji.
 
Ketiga, Gigih dan Yakin
 
Kegigihan orang Madura memang terbukti, bahkan ada beberapa yang viral di media sosial. Misalnya, orang Madura jual bensin di depan pom bensin. Bagi sebagian orang pasti menerka-nerka, masak iya laku? Baginya yang menjual berkata, “Rejeki sudah ada yang ngatur”. 

Keempat, Cinta Kepada Ulama
Kegiatan Pengajian menjadi salah satu momentum yang bisa diambil kesimpulan bahwa orang Madura sangat cinta kepada ulama. Setiap ada kegiatan pengajian, baik skala kecil maupun besar ketika ulama tersebut datang, mereka menyambut dengan ta’dzim misalnya bersalaman dengan mencium tangannya. 

Kelima, Keras Terarah
Bagi sebagian orang, termasuk Anda yang membaca tulisan ini akan mengira bahwa orang Madura memang memiliki watak maupun karakter yang keras. Nyatanya, memang demikian, meski tidak semua, presentasenya lumayan banyak. Berpikirlah dua kali untuk cari gara-gara kepada orang Madura, karena orang Madura punya istilah “Carok”.

Keenam, Mesra Kepada Tuhannya
Setelah menunaikan shalat fardhu, sebagian orang Madura biasanya berdo’a dengan menggunakan bahasa Arab. Namun, tidak sedikit yang berdo’a menggunakan bahasa Madura misalnya, “Ya Allah, Ya rab, sapora aghi dusana kaula ben dusa reng seppo dua kaula, jugen ummat Islam sadeje,”.

Ketujuh, Cinta Kepada Nabinya
Salah satu bukti lain cinta umat Islam kepada nabi Muhammad SAW adalah dengan bershalawat (membaca shalawat). Bershalawat boleh dibaca sendiri juga boleh dibaca secara bersama-sama seperti pada momen maulidirrasul. Di pulau Madura barat juga terdapat kabupaten Bangkalan yang berjuluk kota Dzikir dan Sholawat. 

Kedelapan, Biasa Memakai Sarung
Salah satu kebiasaan orang Madura saat bepergian adalah memakai sarung. Kebiasaan tersebut berlaku dimana saja dan kapan saja. Meski tidak semua demikian, ada sisi positifnya yaitu ketika masuk waktu shalat, mereka shalat memakai sarungnya.

Kesembilan, Melestarikan Adat
Beberapa adat yang terus dilestarikan diantaranya adalah rumah dan pakaian adat. Pada momen HUT ke-78 RI di Istana Merdeka, pakaian adat Madura yang dikenakan Ricky, menjadi salah satu kostum terbaik.

Kesepuluh, Suka Bersilaturrahim
 
Bersilaturrahim atau saling main ke sanak saudara menjadi salah satu kebiasaan orang Madura. Puncaknya, ketika hari raya atau masyarakat setempat menyebutnya “tellasan rajah”. Uniknya, ketika sesama orang Madura bertemu di daerah asing, mereka saling mengakui saudara atau dalam istilahnya “tretan dhibik,”/saudara sendiri.

Kesebelas, Suka Gotong Royong
Orang Madura memiliki sosialisasi yang cukup tinggi. Ketika ada pekerjaan yang sifatnya untuk umum, mereka saling support dan saling bergotong royong/bahu membahu agar pekerjaan tersebut berjalan sesuai harapan. 

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...