Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata

Surabaya Vaganza 2026
Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata Malam, Sabtu (16/5/2026)

Momen Surabaya Vaganza menjadi salah satu yang spekta dalam gelaran Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-733 tahun 2026 ini.

Surabaya Vaganza 2026 yang berlangsung di Surabaya pusat tersebut menjadi magnet wisata bagi wisatawan pada malam hari yang bertemakan Festival of lights: Garden of hope, Sabtu malam (20/5/2026).


Para wisatawan memenuhi pinggir jalan rute yang ditentukan mulai dari Tugu Pahlawan menuju ke Jalan Tunjungan lanjut ke Siola, Gedung Grahadi, Alun-Alun Balai Pemuda, dan selesai di Bambu Runcing. 
Sementara itu, ada juga sebagian mulai dari Siola dan berakhir di Alun-Alun Surabaya.

Surabaya Vaganza 2026 Jadi Magnet Wisata

Pengunjung bisa menyaksikan sejumlah tampilan berupa dari drumband, cheerleader, wushu, fire dance, pawai mobil jadul, dan lain-lain. Berdasarkan sejumlah sumber, peserta berasal dari sejumlah instansi siap menyemarakkan gelaran tahunan tersebut. 

Tahun 2026 ini pesertanya berasal dari Dinas Damkar, Kebun Binatang Surabaya, Pakuwon Group, Jamsostek, Jepaplokan Dimar Dance Theater, Bara Fire Dance, Cak Ning X OMG, Sasana Wushu Lima Naga, dan lainnya.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 18.00 sampai 21.00 WIB. Meski durasi tidak terlalu lama, namun memberi kesan spektakuler sebab sejak sore awal, rute mulai dipadati pengunjung untuk sekedar melihat parade tersebut.


Pengalaman Berwisata Momen Surabaya Vaganza 2026

Bagi penulis, inilah kali pertama berkunjung. Ada cerita dan dinamika saat akan sampai di lokasi. Melalui jalan Prof. D.R. Moestopo, suasana antri mulai terasa bahkan hampir macet total tepatnya di seberang Monkasel. Mau membatalkan berkunjung, tapi sudah hampir sampai. Istilahnya, maju kena mundur kena.

Saran orang mungkin perlu dipertimbangkan, ada baiknya berangkat awal pada momen Surabaya Vaganza dari pada kena macet. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran, karena lingkup wisatawan tidak hanya Surabaya saja, melainkan sak Jawa timur raya. 

Uniknya, pengunjung tertib. Mereka yang ada di pinggiran jalan rute dengan tertib menyaksikan gelaran bahkan sampai lesehan menggunakan alas dari PKL harga Rp.5.000an.

Kemeriahan sangat terasa saat peserta parade melalui rute dan menyapa segenap pengunjung dengan melambaikan tangan dan senyum penuh sapa. Pengunjung dari kalangan anak-anak disapa hingga bersalaman untuk memberi semangat para peserta. 

Momen Surabaya Vaganza 2026 membuat penulis ingin menyaksikan kembali momen Surabaya Vaganza di tahun-tahun selanjutnya. Penulis juga sangat apresiasi sejumlah kendaraan berukuran besar dengan bunga hias lengkap dengan cahaya artistiknya.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar...